Selasa, 11 Desember 2018

,

Pilih Blogger Part Time atau Blogger Full Time?



Blogger pada saat ini bisa dikatakan sebagai suatu profesi. Bagaimana tidak, sekarang suatu postingan seorang blogger bisa saja dihargai dalam bentuk uang.

Tentu tidak semua blogger yang mendapatkan kesempatan itu. Ada kriteria kriteria khusus yang harus dipenuhi untuk mencapai kesepakatan yang bisa seorang blogger peroleh dari kerjasama dengan agensi iklan yang memberikan kepercayaan penuh untuk diriview produknya (koq ribet sih bacanya yak).

Tentu tak hanya harus riview produk saja seorang blogger itu dibayar, melalui kompetisi blog yang diadakan oleh suatu acara ataupun dari pemasangan slot iklan dengan pageview yang tinggipun seorang blogger bisa menghasilkan pundi pundi.

Saat melihat kondisi itu, tentu saja banyak blogger tipe pemula dan blogger tipe ilang timbul seperti saya ingin juga merasakan mendapatkan kesempatan keren itu. Gak munafik dong, siapa sih yang gak mau. 

Sebelum melangkah lebih jauh kearah sana, maka kita harus bertanya dulu di dalam hati apakah kita mau jadi seorang Blogger Part Time atau Blogger Full Time untuk mengandalkan penghasilan sehari hari kita?

Perbedaan Blogger Part Time dan Blogger Full Time

Menurut saya perbedaanya adalah..

Blogger Part Time adalah Blogger paruh waktu yang mengandalkan penghasilan tidak dari aktivitas blogging saja, tetapi juga mengandalkan penghasilan dari aktivitas lain/offair , seperti bekerja menjadi karyawan swasta, staf PNS, ataupun wiraswasta/punya usaha sendiri. Maksudnya tuh gak harus dalam bentuk perusahaan atau firm gitu tapi punya usaha yang kita kelola sendiri seperti ada bisnis toko online, jadi reseller, jadi penulis buku, atau menjual hasil karya seni secara online.

Sedangkan..
Blogger Full Time adalah Blogger yang mengandalkan penghasilan hanya dari aktivitas di dunia blogging tok secara penuh waktu.
Blogger Full Time hanya mengandalkan penghasilan dari artikel yang ia posting. Postingan yang tentunya berisi konten berkualitas dan harus diupdate setiap hari demi untuk mendatangkan traffic dan pageview yang tinggi. Lalu dari sanalah penghasilan seorang blogger full time itu didapat.

Kalau saya lihat ternyata untuk menjadi seorang Blogger Full Time itu ternyata tidak mudah ya. Mengandalkan penghasilan hanya lewat blog tok. Bukanlah perkara yang mudah semudah kita berbicara, "saya seorang blogger penuh waktu". Ataupun menulis status di profil Instagram, "I'm a Full Time Blogger".


Tantangan Full Time Blogger

Banyak hal hal yang harus diperhatikan untuk menjadi seorang Blogger Full Time, dalam hal ini saya kerucutkan menjadi 3 poin saja. Cuman 3 poin aja masih membuat saya keder, bener deh.

1. Blogger Full Time pantang untuk mendapatkan kerjaan secara offline

Maksudnya seorang yang sudah terbiasa mengandalkan penghasilannya hanya lewat blog akan sangat susah membagi waktunya bekerja secara offline, menerima tawaran untuk berbisnis online atau bisnis affiliasi misalnya ataupun menerima proyek yang menghabiskan sebagian waktunya secara offline. Oleh karena itu mereka selalu menghindari pekerjaan semacam itu daripada reputasi blognya akan redup dalam sekejap.

Terus terang saya masih belum sanggup untuk yang ini karena saya masih menggantungkan pendapatan dari suami dan juga masih ingin menjalani bisnis online shop yang masih tertatih ditengah jalan yang gak mungkin saya biarkan hilang begitu aja.

2. Mempunyai Ilmu Blogging yang memadai

Blogger Full Time yang saya tau sudah pasti dibekali dengan ilmu SEO yang bisa dibilang cukuplah.
Ilmu SEO seakan panduan wajib buat mereka.
Tau caranya mengoptimasi blog agar terindeks dengan baik di pageone google yaitu melalui backlink, internal link, outbound link, brokenlink building, riset keyword, riset konten dll. Kesemuanya ini bisa kita pelajari dengan baik asal dipraktekkan juga dalam blog . Dan saya masih pada tahap teori sepertinya, prakteknya sih wallahualam, masih banyak ilmu yang harus saya gali sepertinya. Never Stop learning intinya.

3. Konsisten menulis Blog

Seperti sudah dalam komitmennya seorang Full Time Blogger yaitu konsisten untuk mengupdate blognya secara teratur. Menulis post setiap hari atau setidaknya seminggu sekali. Menulis blog sebanyak 10-20 artikel setiap hari selama sebulan dan membiarkannya kosong selama beberapa bulan hanya untuk melihat hasilnya juga tidak bagus.
Alhamdulillah sedikit demi sedikit saya sudah masuk ke tahap ini berkat adanya kegiatan odop, one day one post dari challenge Blogger Perempuan Network. Mudah2an setelah odop selesai saya tetap konsisten mengupdate tulisan setiap hari, aamiin.

Jadi Kesimpulannya pilih Blogger Full Time atau Blogger Part Time?

Menjadi Blogger Part Time adalah pilihan yang tepat buat saya saat ini, mengingat keinginan saya untuk mempunyai penghasilan lain selain menjadi seorang blogger. Disamping itu saya mempunyai buah hati yang harus saya perhatikan tumbuh kembangnya.
Adalah hal yang kurang bijak jika saya ingin mencapai impian menjadi blogger yang profesional tapi fokus pada keluarga tidak saya penuhi juga dengan baik.

Tetap Menulis dan Fokuskan Topik Cerita

Menjadi blogger Part Time juga bisa memberi kesuksesan jika kita dapat mengatur waktu dengan baik. Seperti tetap menulis dan postingan terjadwal setiap hari atau seminggu 2 kali. Ini harus dilakukan agar blog tetap terlihat aktif.

Selain itu fokus pada minat/topik yang disukai yang ingin kita bagi di setiap postingan. Ini menghindari kekosongan artikel jika suatu saat kita sedang stuck ingin membahas apa di blog. Walaupun penghasilan dari blog masih minim, kita tetap akan bertahan karena topik cerita yang disukai itu.

Terakhir tetapkan tujuan mengapa sampai sekarang tetap menulis blog. Untuk investasi masa yang akan datangkah atau untuk memori yang akan ditunjukkan ke anak cucu nanti. Semua tergantung pada kemauan kita.

#DAY22  #BPN30DayChallenge2018

Sumber :
- www.blogooblok.com - 20 Hal yang dirasakan Full Time Blogger

- http://blogguebo.com - 5 Tips sukses menjadi blogger paruh waktu
Share:

12 komentar:

  1. jadi kalo udah tua nanti, cara memberi saran ke anak cucu ttg tips2 kehidupan bisa di copyin alamat blog kita ya 😃😂😁 #byebyetonenekcerewet #helonenekmodern

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup bener banget mba, mungkin cucu saya akan berkata #nenekgwkeren yach 😁

      Hapus
  2. Untuk full time sepertinya susah Mbak,soalnya saya sambil kerja. Tpi kalau full time yang saya khawatirkan adalah kebosanan, karena akan banyak waktu dihabiskan dirumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kang, makanya blogger full time itu emang dituntut utk terus kreatif biar ga stuck dan miskin ide

      Hapus
  3. Maunya jadi blogger full-time. Tapi karena belum bisa sampai ke situ, ya sekarang part-time blogger saja, Kak. Setelah aktivitas utama, ya nge-blog :D ehehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah2an suatu saat kak tuteh bisa menjadi blogger full time yah :D

      Hapus
  4. Nah... Iya.. rasanya kalo jadi Full Time Blogger berasa kayak journalis berita ya.. hahha.. kesan personalnya jadi ilang gitu.. gak bisa menye-menye sante. Hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi iya mba, rata2 yg saya lihat full time blogger lebih serius isi postingannya dari yang saya kira

      Hapus
  5. Maksud hati ingin jadi full time blogger, tapi apa daya masih harus benyak belajar dulu nih mbak. Apalagi ilmu-ilmu Blogging saya masih cetek banget

    BalasHapus
  6. menjadi bener" fulltime itu susah, butuh banyak kesabaran maupun pembelajaran.

    jadi untuk sementara enakan part time sih, untuk memperdalam ilmu dulu. apalagi membuat sebuah suguhan berupa artikel yg mapan buat pembaca butuh proses yg agak lama 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bgt mas, sbelum terjun ke blogger full time memang lebih baik perdalam ilmu dulu, siapa tau nti jdi mastah 😁

      Hapus

Maaf Link Hidup tidak diperkenankan untuk berkomentar
Terima Kasih ^_*