Komentar Blog Bakalan Sepi tanpa Google Plus?

07 Februari


Beberapa hari belakangan ini blog bersliweran tentang informasi layanan Google+ yang rencananya akan di shutdown di bulan April mendatang membuat saya bertanya tanya ada apa gerangan dengan Google hingga 'tega' menghapus layanan yang ramai penggunanya ini termasuk saya.

Sebenarnya saya sudah lama memakai Google+, saat itu saya belum mengisi blog saya secara aktif, saya menggunakannya hanya untuk memberi komentar kalau ada postingan yang menarik untuk saya baca.

Seiring waktu maka saya pun menggunakan Google+ ini sebagai fasilitas komentar untuk blog. Selain itu saya gunakan juga sebagai media untuk berpromosi link artikel yang saya tulis sesuai dengan forum yang ada.

Link Berpromosi berkurang satu

Misalkan forum blogger kesehatan maka saya menaruh link saya disana, atau forum blogger finansial saya pun menaruh link blog saya disana. Terasa berbeda memang antara menaruh link dengan tidak, jumlah pageviews per artikel naik dan memberikan respon yang baik buat artikel saya.

Makanya mungkin saya termasuk salah satu pengguna google+ yang tidak setuju karena penutupan layanan ini, karena pintu untuk berpromosi link berkurang satu. Buat saya sebagai "newbie" di dunia pernarablog-an media promosi tetaplah masih sangat penting dibanding yang lainnya. Selain berpromosi ke akun sosmed seperti twitter, facebook dan intagram. Terakhir saya pun menaruhnya di status WA, tapi rupanya menaruh link tersebut tidak terlalu membawa pageviews yang berarti.

Bagaimana Nasib Komentar Blog Nantinya?

Nah ini juga menjadi perhatian saya selama ini, bagaimana nasib komentar blog nantinya. Iya sih sejauh yang saya tau pengguna akun blogspot yang selama ini memakai google+ otomatis komentarnya kembali ke akun blogger mereka. Dari tulisan komentar kemudian link tertuju ke profil blogger itu sendiri. Sementara yang memberi komentar dengan URL link (alias punya blog) tidak menemukan masalah yang berarti.

Terus buat yang tidak mempunyai blog sama sekali, alias orang awam yang tujuannya hanya untuk mencari artikel bagaimana dong prosedurnya? Pakai google+ sudah gak bisa, mau buat akun blog juga belum tentu, ataupun pake nama "Anonim" ya kali mau, kalau tidak mau bagaimana? Kasihan juga sih hihi.

Sebenarnya saya juga pernah komentar sebagai anonim tapi rasanya janggal saja gitu kita sebagai orang asing dan biasanya juga komentar anonim sebagian besar tidak dipedulikan. Karena itu daripada jadi anonim mendingan jadi silent reader, begitu mungkin pikiran orang.

Apakah pihak Google mempertimbangkan hal ini juga ya, karena sejauh yang saya tau Google ini suka menshutdown layanannya apabila tidak sesuai dengan target bisnis mereka. Mudah mudahan layanan blogspot tidak ditutup ya, bisa bingung saya nanti memindahkan seluruh isi blognya #tepokjidat.

Beralih ke layanan Komentar yang lain

Layanan Disqus bisa jadi pertimbangan buat yang tidak mau pusing setiap mau komen tapi isi URL dulu, tebak mobil dulu, tebak traffic light dulu atau isi nomor captcha dulu yang intinya membuat repot hanya cuman beri komentar saja. Saya juga tertarik sama layanan Disqus ini karena sudah banyak teman blogger yang pakai, tapi saya bingung eksekusinya bagaimana dan khawatir dengan nasib komentar terdahulu apakah tersimpan atau hilang semua, huft jadi galau kan.

Kerjasama dengan akun sosmed lain seperti instagram, twitter atau facebook untuk bisa berkomentar apalagi untuk orang awam bisa jadi pertimbangan juga nih, karena sudah pasti mereka mempunyai salah satu akun tersebut. Ini baru namanya kerjasama lintas media semua jenis media turut dilibatkan karena sekarang jamannya kolaborasi bukan jamannya persaingan, setuju?


20 komentar:

  1. Saya pribadi lebih suka G+ itu emang dihapus, karena kurang populer.

    Poin lain, karena kalau komentar pakai G+, nanti kita ngeklik, ke G+ dulu terus kadang si pengguna ga ada link blog/website si pengguna.. Nah itu yang bikin puyeng mau balas komentar.

    Wahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada benarnya juga sih, tpi gara2 google+ hilang pageviews saya jadi berkurang hiks

      Hapus
    2. Coba melalui Twitter mbak

      Hapus
    3. Masih ada fb, twitter, linkedin dan masih banyak lagi. Take it easy...

      Hapus
    4. Yup betul masih ada sosmed buat sebar link, makasih mas

      Hapus
  2. Saya selama ini promosi blog di Google+. Jadinya harus cari media lain buat promosi nih. Yah... jaman berubah.

    BalasHapus
  3. Saya malah jarang komentar pakai G+, lebih suka isi URL meskipun ribet tapi bisa langsung menuju ke link web kita.

    Tapi sayang juga sih kalo G+ mau ditutup, saya juga sering promosi lewat komunitas di G+

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya banyak blogger yg share lewat G+ ya makanya sayang kalau ditutup

      Hapus
  4. Merasa kehilangan tempat share tulisan paling nyaman nih mbak, terbukti menaikkan traffic juga share lewat google + karena kebanyakan blogger juga share tulisan lewat situ :"

    BalasHapus
  5. Kalau sistem komentar masih bisa pakai yang lain ya, Kak. Komentar bawaan blogger atau Disqus, tapi media promosi hilang satu. Dan jelas bikin sedih hiks...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha para blogger banyak kecewa media promosi hilang ya kak termasuk saya

      Hapus
  6. Sayang banget ya sbenarnya, tp semoga tdk mengurangi trafficnya ya mba

    BalasHapus
  7. Jujur aja aku merasa kehilangan banget kalau G+ dihapus, aku selama ini memaksimalkan banget penggunaan G+ buat promosi & buat komentar juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah double kecewa dong ya mba, mudah2an dapat tempat baru buat berpromosi ya mba, saya masih memaksimalkan twitter dan fb nih buat sebar link, klo instagram cuman bisa taruh di profil :(

      Hapus
  8. yoo beralih ke disqus, interface yg dan pasti aman dari spam hehe. . btw komen pake google blogger aja kalo gk mau ribet isi url name mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih galau nih secara temen2 masih lebih banyak pake akun blog dan url buat komentar

      Hapus
  9. saya juga menyayangkan google plus harus ditutup. karena di sana saya biasa menshare artikel. dan pengunjung lumayan banyak juga.

    BalasHapus
  10. Sayang banget layanan G+ ditutup, namun jika alasannya ada kebocoran bug data pelanggan, apa boleh buat. Ditambah alasan lain tak menguntungkan perusahaan, yah sudahlah. Namun apakah itu benar atau hanya alasan?
    Sebenarnya saya tak tahu apakah komentar saya di setiap blog teman pakai G+ atau tidak. Soalnya saya sudah atur agar siapa pun bisa berkomentar.
    Apakah Mbak Iid alami kesulitan kala komen di blog saya? harus isi kode dan tebak gambar? Saya sudah atur agar tak ada hal demikian, tak ada captcha. Mohon tanggapannya agar saya tahu. Khawatir jika malah merepotkan teman yang hendak komen. Nuhun
    Jangan sedih, masih ada media sosial lain yang bisa terintegrasi dengan kita untuk jadi lahan promosi. Saya lebih aktif di FB.

    BalasHapus

Link Hidup tidak diperkenankan di sini.
Mohon untuk dimengerti
Terima Kasih ^_*

Diberdayakan oleh Blogger.