Ketika Blogger menjadi Influencer

30 Maret
profesi blogger plus influencer

Blogger atau narablog adalah sebuah sebutan untuk orang yang menulis di blog baik blognya pribadi atau blognya orang lain. Blogger saat ini sedang disorot oleh publik sebagai pemberi informasi yang bergaya moderat, tidak terlalu baku dan ramah untuk dikunjungi karena cara penyampaiannya yang enak untuk dimengerti.

Saat ini blogger pun adalah sebuah profesi yang digemari karena tidak memerlukan modal yang besar untuk menulis sebuah blog. Kecuali ia mempunyai website yang dibangun dengan hosting sendiri, itu lain soal.
Menjadikan blogger sebagai profesi butuh sedikit kepercayaan diri dan ilmu untuk berbagi. Punya penguasaan akan satu bidang ilmu akan lebih bagus lagi. Tentunya akan membangun sebuah niche blog nantinya.
Niche blog yang populer adalah Travel, Parenting, Food dan Lifestyle blog. 

Sedangkan Influencer adalah sebuah sebutan untuk orang yang mempunyai followers atau pengikut dalam jumlah yang banyak di media sosial yang pengaruh kuat untuk pengikutnya mengikuti apa yang ia bagikan. 
Dulu hanyalah seorang artis yang bisa menjadi influencer. Namun sekarang dari berbagai profesi seperti Blogger, Youtuber bahkan pegiat media sosial (selebgram) pun bisa menjadi influencer.

Baca juga : Mengapa Pageviews Penting?


Blogger : Idealis atau Realistis

Bagi saya ( ini opini saya lho )
berdasarkan profesinya ada 2 jenis blogger, yaitu blogger yang idealis dan blogger realistis.
Blogger idealis adalah blogger yang tetap akan menjadi seorang blogger. Menulis dan membagikan opininya hanya melalui sebuah tulisan di blognya. Mungkin tidak terpikirkan akan profesi influencer ataupun menjadi hal lainnya yang berseberangan dengan profesinya sebagai penulis dan tak berharap ketenaran muncul dari media yang lain.

Tapi buat blogger realistis menjadi influencer adalah profesi bonus buatnya dengan tujuan untuk bisa lebih dikenal orang melalui media sosial dan lebih 'branding' dirinya sebagai seorang blogger yang profesional yang diperhitungkan yang menurutnya akan lebih mudah dikenali melalui sebuah akun media sosial karena ia sadar profesi blogger tidak hanya dikenal publik melalui halaman Google saja dan untuk membuat semua artikel kita nangkring di pejwan Google itu sulit cuy!

Blogger Sekaligus Influencer

Dalam kaitannya dengan profesi, seorang blogger yang awalnya tak kepikiran sama sekali menjadi influencer harus menghadapi dilema ketika akan ditanyakan tentang Rate Card oleh klien. Terkadang Rate Card yang diminta aman aman saja, hanya DA (Domain Authority) dan PV (Pageviews) . Itu berarti kita hanya perlu meningkatkan konten yang berkualitas saja. Tapi ada juga klien yang meminta Rate Card yang mempunyai followers di media sosial, baik itu Instagram, Facebook atau Twitter. Hal itu kerap diajukan oleh sang klien untuk mendapatkan blogger sesuai dengan keinginan. Haduh, buat apa seh? Saya kan bukan mau jadi artis, tapi jadi seorang blogger . Yah di era saat ini profesi Blogger pun mau ga mau harus bersinggungan dengan profesi Influencer.

Sering kali peluang pekerjaan untuk mereview suatu produk atau event besar untuk sebuah blog itu berlalu begitu saja karena kita tidak punya pengikut yang banyak bahkan ada juga yang tak punya akun media sosial. Bagi seorang blogger yang tak familiar dengan media sosial tentu ia akan membangun dulu pengikutnya itu. Tenang, kan bisa beli followers. Ya silakan aja paling akan berkurang lagi dalam satu minggu ke depan, Instagram semakin pintar dalam hal 'bersih bersih'.

Baca juga : Tips Blogging Sederhana


profesi food influencer
Sering upload foto makanan cantik
bisa jadi food influencer
Tips mendapatkan pengikut dalam waktu singkat :

Berikut saya rangkumkan beberapa tips untuk mendapatkan pengikut dalam cara yang lumayan cepat. Bergantung dari keterbukaan IG kita juga buat mendapatkannya.

1. Mengikuti WAG Instagram walking atau Sosmed walking, buat like dan komentar postingan yang kita buat di IG. Dalam hal ini IG tidak boleh di kunci.

2. Mengikuti komunitas Blog di kota kita berasal, saling follow apabila ada data diri disodorkan

3. Mengikuti komunitas komunitas besar seperti Blogger Perempuan Network, Emak2Blogger, Blogger Crony Community, Komunitas ISB, dll.

4. Mengikuti program Challenge yang diadakan oleh komunitas2 besar tersebut. Seperti One Day One Post & 30 Hari bercerita yang mengajak kita untuk turut berpartisipasi posting di Instagram.

5. Seperti anjuran kak Desy, pemilik blog Ceritajalan.com untuk menjadi influencer, sebaiknya ubah akun IG dari profil pribadi menjadi profil bisnis. Ini menunjukkan bahwa kita telah siap menjadi influencer.

6. Mengikuti Grup di Facebook tentang Job for Blogger dan grup untuk Influencer SMSC sebagai permulaan untuk menjadi influencer, kadang dibutuhkan jumlah pengikut yang tidak terlalu banyak asal percaya diri memposting foto pribadi.

Terakhir, saya akan bagikan sebagai contoh Rate Card yang menampilkan juga pengikut media sosial. Contoh Rate Card ini di desain oleh mba Vicky Laurentina dalam Instastory nya dan saya pun telah meminta izin untuk mempostingkan di dalam blog saya.

Blogger senior asal Surabaya ini juga mengatakan bahwa engagement bermedia sosial juga penting. Jangan hanya mempunyai banyak pengikut tetapi yang like dan komentar hanya sedikit, bangunlah engagement yang baik dengan sesama teman di Instagram. Wah PR juga buat saya yang baru membangun pengikut IG pada saat ini.

contoh rate card
Contoh rate card
Sumber : @vickylaurentina IG


50 komentar:

  1. Intinya, kalau mau jadi blogger profesional (baca: jadi sumber penghasilan), ya harus all out ya. Sama seperti kerja sebagai artis, artisan, bahkan pekerja kantoran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar sekali mba, kalau gak seperti itu blogger akan tertinggal secara profesinya

      Hapus
  2. jadi kepikiran buat jadi influencer tapi yang jelas untuk menjadi seorang blogger influencer tidaklah mudah.harus banyak membaut konten-konten berkualitas serta harus pandai menjalin pertemanan,informasinya menarik teh untuk blogger muda seperti saya,coba dulu ah...he-he,barangkali nanti bisa banyak followers

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas kuanyu kontennya sudah bagus koq, jangan lupa add saya di IG ya :)

      Hapus
    2. Sip, udah saya add teh, he-he ๐Ÿ˜€

      Hapus
  3. Aku kayaknya baru tahap idealis mb id, aku belom pede gitu jadi influencer hihihi
    Belom siap dg segala keribetan mengelola sosmed, soalnya pada dasarnya aku aja mgeshare tulisanku di medsos malunya minta ampun pend buru buru kabur hahahhahahhaha

    Lain ceritanya klo nulis blog tanpa beban apa apa, ya rasanya ngalir aja kayak nulis diary gitu hehhehe
    Walau ga menutup kemungkinan selalu pingin blognyabramai sih yangmau ga mau kudu dishare ke sosmed, soalnya aku blom ada tahapan jadi bintang yang ga publish aja orang uda langsung mampir hahhahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya saya juga persis sama kayak mba, tapi karena ada challenge/review produk dan lomba blog yg mengharuskan kita utk share di sosmed mau gak mau dilakukan deh, saya juga berusaha memupuk rasa PD saat ini mba :)

      Hapus
  4. Hiks , awak langsung mundur kalo harus aktif di youtube.
    Instagram aja cuma 500 an. Twitter cuma 50, hahahah
    malu awak kak iid..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi sama kak, saya klo youtube nyerah deh follower masih 3, klo instagram insyaallah nambah terus koq, banyak blogger yang mau berteman dengan saling folback

      Hapus
    2. Saya rasa, blogger itu nggak wajib punya account Youtube. Tapi kalau bisa membuat konten Youtube juga, tentu nilai bloggernya lebih baik. :)

      Hapus
    3. Ya betul banget mba, sering kali saya lihat dalam lomba blog blogger juga menyertai akun youtubenya sendiri dan memang tenyata itu menjadi nilai plus dalam penilaian lomba, semoga ke depannya saya bisa nambah lebih banyak konten di youtube saya :), makasi ya mba vicky sudah memberi komentar di blog saya :)

      Hapus
  5. Kayaknya saya harus membikin rate-card seperti contoh di atas, jadi mudah kalau ada yang nanya via email tingga attach saja kan ya, Kak Iied. Makasih loh huehehe. Tapi kalau soal blogger, sampai sekarang mungkin saya masih cendung ke blogger idealis saja :D sesekali realistis #eh qiqiqiq.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi sama kita kak tuteh, semangat yah :)

      Hapus
  6. Tahap awal bikin blog mah jadi narablog idealis. Sekarang pengen realirtis tetapi butuh persiapan berupa sarana yang memadai dulu. Tanpa gawai yang menunjang kinerja secara cepat, maka saya akan ragu untuk maju. Pengen bikin rate card sekaligus bebenah banyak hal.. Membangun jaringan di Twitter dan instagram. harus colek agar yang diikuti berkenan mengikuti juga. he he. kalau tak ditanggapi,, terpaksa unfollow, ha ha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jaman semakin berubah ya mba, dulu jadi blogger aja jalan, skrg blogger pun harus ada akun medsos yg aktif dan kalo bisa youtube pun aktif hahaha

      Hapus
  7. Waahh kalau saya masih bloger2ran yang harus banyak belajar hingga menjadi seprofesional mungkin..๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

    BalasHapus
  8. Kalau saya focus ke blog saja , untuk ke IG rasanya kok berat sekali. Dan saya paling hanya mengharapkan dari artikel placement dan riview produk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gpp mas tapi youtubenya tetap jalan kan?

      Hapus
  9. Berbagai cara untuk mendulang rezeki dari blog saya lakukan antara lain Google Adsense, Review Produk, Afiliasi. Awalnya yang cukup menjanjikan adalah Goggle Adsense. Lama2 memble.
    Placement article juga selektif sekali. Fee saya patok di atas 300rb hehehe.
    Terima kasih infonya
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam hangat juga pakde, iya sekarang placement artikel pun selektif malah nyari yg ada follower juga hehe

      Hapus
  10. Awalnya pengen idealis, lama2 saya harus realistis juga hehe.

    Trims tips2nya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 bang , klo bang bede jadi blogger idealis pun sudah mantap tuh :)

      Hapus
    2. wah bagian mana mantapnya mba hehehe

      Hapus
    3. Niche blognya sudah bagus bang day

      Hapus
    4. tapi trafiknya masih rendah :(

      Hapus
  11. Saya senang jadi blogger. Tanpa perlu menjadi influencer. Belum kepikiran ke sana karena saat ini cukup bermimpi menjadi blogger dulu. Blogging lagi juga masih baru2 ini.

    Semangat kakak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mba, pilihan tetap ditangan masing2 ya kan. tapi saya lihat dr followersnya mba sudah memenuhi syarat jadi influencer

      Hapus
  12. Mungkin seseorang blogger untuk menjadi blogger ternama harus punya assisten pribadi untuk mengurus akun-akun sosmednya,ya ..
    Kalau dilakukan seorang diri, sepertinya sulit membagi waktu antara kegiatan harian, kegiatan blogwalking untuk meningkatkan grafik, juga mengelola akun-akun sosmed ..
    Follower akun sosmed juga halaman beranda sosmed bisa berkurang dilihat orang jika tak digunakan secara aktif.

    BalasHapus
  13. Blogger ternama yg followersnya sudah 10ribu keatas sepertinya ya mas hehe, ya resikonya jug itu sih bw dan interaksi pasti berkurang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren ya followernya bisa mencapai lebih dari 10K ...
      Sekarang akun G+ sudah tutup usia,eh# ..., maksudku udah tiada, cara mengetahui jumlah follower blog gimana caranya itu, kak ?.

      Betul, kan kalau kita ngga rajin bewe, pasti grafik stagnan dan juga interaksi sesama blogger juga berkurang.
      Pun demikian pula sosmed :(

      Hapus
    2. Sudah banyak lho blogger yang followersnya 10ribu keatas saya aja yg followersnya masih sedikit hihi, iya nih GooglePlus sudah RIP tapi meninggalkan kenangan pahit buat kita maksudnya brokenlink hiks :( klo utk mengetaui jumlah followers blog kan ketauan dari dashboardnya mas

      Hapus
  14. untuk menjadi influencer, memang perlu perjuangan yang panjang, dan menurut saya memang tidak mudah.
    apalagi setelah membaca rate card yg ada dan harus terpenuhi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya perjuangan panjang nan berliku liku, memfollow itu mudah difollow yang tidak mudah apalagi klo kita gak punya prestasi, tapi tenang sesama blogger masih ada yg suka saling follow asal bersedia menDM orang yang kita follow

      Hapus
    2. asal bersedia menDM orang yang kita follow ?

      blog juga ada fitur DM kayak twitter mbak?

      Hapus
    3. Maksudnya di sosmed, spt IG & Twitter, klo blog ya hanya email

      Hapus
  15. Jadi semangat ni...ayo mbak, ini tantangan deh buat jadi seorang yang professional di dunia blogger sekarang ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk mba, jangan lupa untuk saling follow yah

      Hapus
  16. Aku juga sering garuk garuk kepala kalau ditanyain rate card, habisnya bingung mau cantumin harga berapa ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

    BalasHapus
  17. Kalau Alfie sih misalkan ada rezeki daru Blog, ya Alhamdulillah. Tapi kalau ga ada, ya ga masalah. Yang penting jangan sampai di cap dengan Blogger Bodrex aja. Hehehe

    BalasHapus
  18. pengen sih jadi influencer tapi sepertinya masih banyak yang harus aku perbaiki dan tingkatkan dulu. Terutama dalam hal kualitas dan kuantitas tulisan. wkwkwk.. tulisan masih kacau dan tergantung mood.

    BalasHapus
  19. Good sekali kk pemaparan nya. Wah besok2 bisa nih ngajarin kita.

    BalasHapus
  20. Wih... tips keren nih kalo mau naik grade jadi infuencer. Nice thread kak

    BalasHapus
  21. Awalnya pure ngeblog just for fun, untuk nulis2 karena suka,...tapi masa iya nggak pengen meningkat ya alias segitu2 doang. Makin ke sini, apalagi setelah masuk jadi membernya blogsum jadi berfikir ulang lagi. Blogger n influecer ? why not...

    BalasHapus
  22. Andai bisa dua-duanya. Hihihihi. Serakah gak sih? Untuk saat ini saya hanya berupaya semaksimal yang bisa saya lakukan, kalau ada hasil saya anggap bonus saja, soalnya kalau gak kesampaian takut berpengaruh ke mood.

    BalasHapus
  23. Kalau saya memilih jadi blogger, meski sejujurnya influencer lebih simple hahahah

    Kalau blogger, nulisnya kudu panjang, detail.
    Beda dengan influncer seperti di IG, cuman upload foto dengan caption sepanjang isi instagram aja misalnya :D

    Tapi saya suka menulis, cuman kalau ada kesempatan jadi influencer, kenapa enggak?

    BalasHapus
  24. sekarang banyak blogger yang seperti influencer juga saya lihat. suka lihatnya dan ingin juga seperti itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat mba kesempatan jadi blogger-influencer masih sangat terbuka buat kita :)

      Hapus
  25. wah pengen juga nih blog saya bisa punya follower yang banyak biar bisa rame seperti blog nya kakak, ijin praktek ya kak tips nya, makasih untuk info nya ya ;)

    BalasHapus

Link Hidup tidak diperkenankan di sini.
Mohon untuk dimengerti
Terima Kasih ^_*

Diberdayakan oleh Blogger.