Cara Memasak Lontong dengan Panci Presto

cara memasak lontong daun dengan panci presto

Lebaran Idul Fitri identik dengan makan ketupat atau lontong sebagai makanan khas menyambut lebaran. Kali ini saya akan menjawab tantangan Blogger Perempuan Network dalam Ramadhan Challengenya yaitu Cara Memasak Lontong dengan Panci Presto. Loh kok bukan ketupat kak? Kenapa memakai lontong? Karena memakai Lontong di Medan lebih familiar dibanding dengan memakai ketupat sebagai menu khas lebaran.

Seperti yang kita ketahui bahwa memasak Lontong maupun ketupat itu bukanlah perkara mudah dan membutuhkan waktu berjam jam untuk memasaknya dengan panci yang biasa. Syukurlah sudah ada teknologi memasak memakai Panci Presto untuk mempercepat memasak Lontong atau ketupat. 20 tahun yang lalu Panci Presto masih jarang yang punya karena harganya mahal sekitar Rp 500-800 ribuan dan juga produk saingan juga tidak terlalu banyak sehingga tidak banyak pilihan. 
Namun sekarang Panci Presto sudah bisa ditemukan di pasar dan juga toko online (marketplace) dengan harga yang bersaing dari yang murah sampai yang agak mahal dengan ukuran liter yang bermacam macam. Panci Presto bisa digunakan untuk memasak apa saja secara cepat. Seperti memasak daging sapi agar lembut, memasak sup ayam dengan cepat, memasak ikan arsik sampai lunak ke tulangnya hingga memasak lontong.

Panci Presto saat ini ada 2 tipe, tipe pertama yang bersifat manual alias dimasak diatas kompor, tipe kedua yang bersifat elektronik layaknya rice cooker. Tentunya yang tipe kedua ini lebih mahal karena lebih sederhana menggunakannya dan waktunya sudah diatur jadi tinggal cemplung saja.

Lansung saja, berikut saya akan jelaskan cara memasak lontong dengan panci presto :

*Untuk 10 buah lontong

Bahan-bahan :

1 kg/ 1 liter beras pulen
20 lembar daun pisang untuk bungkus lontong
Tusuk gigi/lidi uk 5 cm secukupnya
Air secukupnya

Cara Memasak :

1. Cuci beras dengan bersih. Rendam sebentar 5-10 menit, lalu tiriskan.

daun pisang untuk bungkus lontong presto
Daun pisang untuk bungkus lontog presto
Sumber : resepmila

2. Bungkus beras dengan daun pisang. Satu buah lontong menggunakan 2 lembar daun pisang yang sudah dipotong potong sebelumnya (kira kira 20x30 cm).
Untuk bungkusnya saya memilih daun pisang sebagai wadah pembungkus yang aman dan lebih higienis dibandingkan menggunakan plastik bening yang kita ketahui sulit diurai dan tidak diajurkan dalam dunia kesehatan.

4. Sebelum isi beras ke dalam daun pisang, gulung daun pisang searah garis vertikal daun, tutup daun pisang dengan sematkan lidi pada bagian bawahnya. Kemudian isi beras 3/4 nya saja, lalu sematkan lagi bagian atasnya yang sudah dilipat dengan lidi atau tusuk gigi.

5. Gulung dan isi terus sampai berasnya habis dengan daun pisang yang tersedia. Pada beberapa resep agar lontong hasilnya tidak gagal dan tidak keras maka sebelum memasak dengan presto beras di aron sebentar dengan wajan.
Akan tetapi kalau bungkusnya tidak terlalu pas maka hasil lontongnya akan lembek.
Kalau ingin secara praktis menggulung lontong dapat membeli alat berupa tabung aluminium untuk membantu tekstur lontong terlihat lebih cantik. Bisa dibeli di toko online atau di pusat perbelanjaan.

cara melipat ujung bungkus lontong
Cara melipat bungkus daun lontong
Sumber : sajiansedap

6. Masak lontong dengan panci presto dengan api sedang, lalu isi air ke dalam panci sampai melebihi tinggi lontong yang sudah dimasukkan (lontong harus terendam dalam air yang banyak). Gunakan panci presto yang ukuran liternya agak besar agar memasak tidak sampai dua kali.

7. Pada panci presto, apabila sudah terdengar bunyi desis yang keras saat dimasak itu berarti air di dalam panci sudah mendidih. Biasanya proses memasak memakan waktu 1- 2 jam. Agar uap dalam pancinya turun, tunggu 1 jam dulu baru panci bisa dibuka.

8. Angkat lontong dari panci. Biarkan lontong sampai suhu ruangan baru bisa dipotong dan disajikan.

Cukup mudah dan tidak perlu lama menunggu jika memakai panci presto ini bukan.

Jika tidak mempunyai panci presto jangan galau, kamu bisa menggunakan dandang untuk merebusnya.
Akan tetapi memakan waktu 4 hingga 6 jam tergantung banyaknya lontong yang akan direbus.

Cara lain agar cepat memasak lontong ya dengan diaron terlebih dahulu berasnya di wajan sampai beras jadi setengah masak (tandanya air surut) dengan perbandingan memasak beras dan air 1:2 . Kemudian bungkus dengan daun pisang, lalu kukus lontong dengan dandang selama 2 jam. Voila! Memasak lontong tanpa presto pun jadi.
Resiko ya ada, seperti yang saya bilang tadi, hehe..tapi memasak sendiri bukankah lebih nikmat dibandingkan dengan membeli di luar yang kebersihannya belum tentu kita tau dengan pasti.

Yuk dicoba ya buat lontongnya pas malam lebaran nanti. Jangan lupa di boorkmark dulu cara memasak lontong dengan panci presto ini ya :)

#11stdayRamadhanChallenge

17 komentar:

  1. Wah, ini caranya cukup mudah juga ya mbak. Nanti saya kasih tahu ibu saya deh biar dicoba sama beliau.

    BalasHapus
  2. Udah di bookmark, yess...makasi ya mbak, penting ni bikin lontong sendiri dengan panci presto...selain sehat, Wangi daun pisangnya pasti lebih mantap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba buat sendiri akan lebih sehat

      Hapus
  3. aku ada panci presto, nih. kayaknya eprnah buat bikin lontong juga. terima kasih ya, udah diingetin caranya.

    BalasHapus
  4. Wah, saya nggak punya panci presto. Punyanya rice cooker biasa. Saya belum pernah nyoba bikin lontong pakai rice cooker sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pake rice cooker pun bisa masak lontong mba tapi mungkin agak lambat prosesnya :D

      Hapus
    2. Nah itu... khawatir malahan nggak jadi.

      Hapus
  5. ibu saya bikin lontong pakai dandang biasa mbak, kalau panci presto cuma buat masak daging daging gitu :"D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama seperti ibu saya dong, tapi masaknya diaron agar cepat :D

      Hapus
  6. Nah ini dia ... kemarin ada temen yang nyaranin saya ketimbang bikin ketupat kenapa tidak bikin lontong saja? Hmmmm perlu dicoba hehehe. Makasih Kakak Iied :*

    BalasHapus
  7. Oh jadi di Medan umumnya buat lontong utk Lebaran, tapi menurut saya lontong dan kupat sama enaknya lah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya sama dong, ngomongin kupat jadi inget kupat tahu favorit saya :)

      Hapus
  8. Saya belum punya panci presto, harganya mahal dan tak terjangkau. Harus nabung dan sediakan anggaran khusus. Soalnya bosan masak lama, ha ha. Boros gas atau bete ngadepin tungku kayu bakar kalau kelamaan.
    Lebih mudah bikin lontong tetapi berasnya memang harus diaron. Ketupat atau kupat mah harus beli cangkangnya padahal saya tak bisa bikin. Kalau lontong mah tinggal petik daun pisang di pekarangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik team lontong rupanya ya mba, tos dulu ah :D

      Hapus

Link Hidup tidak diperkenankan di sini.
Mohon untuk dimengerti
Terima Kasih ^_*

Diberdayakan oleh Blogger.