Dunia Tak Seindah Feeds Instagram

25 November

Keseharian saya selain ngeblog ya buka sosial media Instagram.
Bangun pagi abis sholat subuh, langsung cek hp liat liat berita di Instagram. Belakangan ini dikejutkan dengan perceraian sepasang artis yang masih beranak satu, anaknya seorang gadis cilik yang ngetop juga di Instagram karena tingkahnya yang lucu dan ngegemesin.

Gadis cilik itu usianya mungkin baru 2 tahun diatas anak saya. Masih terlalu kecil untuk mengetahui bahwa kedua orang tuanya akan bercerai. Masih terlalu muda untuk merasakan kehidupan rumah tangga yang dingin yang dulunya penuh warna warni keceriaan dan hangatnya kasih sayang orang tuanya.

Dengan latar belakang figur pasangan yang harmonis dan bahagia seperti yang saya lihat di feeds Instagram kedua pasangan itu sama sekali tidak menunjukkan keanehan bahwa rumah tangga mereka sedang tidak baik baik saja. Tidak secantik dan seindah yang mereka share di Instagram. Tidak seceria dengan yang mereka bagikan di Youtube.

Tidak bermaksud untuk kepo yang lebih dalam lagi kenapa dan apa alasan bisa memutuskan tali pernikahan yang sakral yang masih seumur balita. Hal ini menjadi pelajaran buat saya bahwa pernikahan bukan waktu untuk dinikmati sebentar saja. Pernikahan adalah ibadah. Pernikahan adalah hal sakral yang harus saya emban seumur hidup saya 'selagi saya mampu untuk menjalaninya bersamanya'.

Ada hal hal yang harus diputuskan bersama untuk menjaga Tali pernikahan agar tidak mudah kendor apalagi putus.

Komitmen.

Ini adalah kunci utama fondasi pernikahan yang penting menurut saya. Kalau terjadi riak riak kecil dalam rumah tangga itu adalah hal biasa. Riak kecil tersebut adalah bumbu agar rumah tangga lebih berwarna warni. Riak kecil tersebut adalah alarm untuk memperbaiki kondisi rumah tangga agar kembali harmonis. Sehari tak apalah, asal jangan dibiarkan berlarut berhari hari, harus ada yang akhirnya mengalah. Harus ada komitmen dari dalam diri untuk mempertahankan pernikahan.


Saling menghargai.

Apabila menemukan sesuatu yang menunjukkan kelemahan diri di depan pasangan, begitu juga sebaliknya, janganlah langsung menjatuhkannya. Berilah ruang mengapa hal itu bisa terjadi. Terimalah dengan lapang dada. Jangan saling ego. Tunjukkan bahwa kita menghargai nya dengan segala kelemahannya. Ingatlah suatu saat nanti bukankah hal tersebut bisa terjadi juga pada diri kita.

Harus ada Iman dalam Pernikahan.

Pernikahan kalau tidak ada benteng diri, maka pertahanan akan lemah. Mudah goyah oleh godaan yang ada. Kelemahan laki laki itu harta tahta dan wanita. Sedangkan kelemahan wanita itu adalah godaan materi. Oleh karena itu sesuai dengan yang saya bilang di awal paragraf tadi bahwa Pernikahan adalah ibadah. Semua agama pastilah menyatakan hal ini , Islam terutama.
Dalam melaksanakan ibadah tentu harus ada iman.
Masing masing pasangan harus ada iman diri dalam pernikahan. Seperti nasehat sahabat nabi Umar Bin Khattab, yaitu dalam pernikahan harus dilandasi oleh kecintaan terhadap Allah SWT bukan kecintaan terhadap hawa nafsu.

Cinta kepada Allah akan melahirkan takwa, menimbulkan rasa malu dan rasa berdosa karena berbuat maksiat dengan orang lain yang bukan pasangannya. Usia boleh menua, kecantikan fisik boleh memudar, tetapi cinta yang dilandasi oleh iman dan takwa tidak akan menghilang.
Begitu juga wanita, materi adalah godaan terbesar dalam rumah tangga. Jika suami dalam keadaan terpuruk maka sudah sewajarnya istri mendukung dari belakang, mengingat kebaikan kebaikan suami, Berhias dan melayani sepenuh hati. Berilah ia segenggam semangat untuk mengais rezeki yang halal.

#reminderformyself #catatanbuatdiri #muhasabahdiri



2 komentar:

Maaf komentar yang mengandung Politik, Sara & Link Hidup tidak diperkenankan di sini.
Mohon untuk dimengerti ya
Terima Kasih ^_*

Diberdayakan oleh Blogger.