Probiotik obat pencernaan terbaik bagi anak

05 Juli
Topik ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi saya ketika si anak lanang sakit diare yang parah untuk kedua kalinya. Diare saya sebutkan parah karena telah membuat sang anak merasa menderita sakit perut tak tertahankan, mual muntah, ditambah lagi frekuensi buang air besar terus menerus yang sampai hanya air saja yang dikeluarkan dari dalam tubuh dan diperparah dengan keadaan dehidrasi yang membuat anak menjadi demam.

Menjelang lebaran kemarin saya sudah menyiapkan bekal obat buat si anak lanang mulai dari obat demam, masuk angin, flu, batuk hingga diare. Tapi syukurlah tidak ada masalah yang berarti pada saat lebaran usai. Seperti masalahnya tahun lalu yang terkena penyakit kulit impetigo dan diare.

Probiotik menjaga kesehatan saluran cerna
Pic by freepik

Diare sebenarnya adalah mekanisme pertahanan tubuh menolak kuman yang masuk. Diare juga menjadi indikator bahwa ada yang tidak beres dalam saluran cerna anak, baik lambung atau usus.
Diare pada anak bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah :

1. Intoleransi laktosa


Ini sering sekali menjadi penyebab diare pada bayi dan balita. Tidak semua anak mampu menyerap dengan baik susu yang diminumnya. Susu yang dimaksud di sini adalah susu sapi. Tetapi banyak orang tua yang mengabaikan hal ini dan menganggap anaknya mampu minum susu sapi dengan baik sedari kecil.
Pada bayi dengan berat badan lahir rendah contohnya seperti anak saya yang ketika lahir hanya 2,3 kg ditambah lagi berat badan yang langsung menurun 500 gram karena saya tidak langsung menyusuinya ketika lahir karena asi yang keluar sedikit.
Bayi yang bbl rendah lambungnya masih rentan terhadap apa yang dikonsumsinya. Termasuk laktosa pada susu sapi. Sehingga bisa menyebabkan bayi alergi hingga diare karena susu sapi. Oleh karena itu susu yang terbuat dari kacang kedelai lebih disarankan untuk bayi yang intoleransi dengan laktosa. Akan tetapi ada juga bayi yang tidak bisa minum susu kedelai, oleh karena itu perlu di check apakah ia alergi terhadap kacang kacangan atau tidak.


2. Infeksi bakteri dan virus


Infeksi bakteri disebabkan oleh salmonella dan vibrio cholera rata rata menyebabkan diare pada anak. Bakteri salmonella adalah bakteri jahat yang biasanya menempel pada makanan yang kurang matang ataupun pada peralatan makanan yang tidak steril . Dalam hal ini contohnya piring tempat makan anak, atau botol susu anak yang tidak bersih di cuci atau tidak disterilkan dengan baik. Bakteri salmonella dapat menyebabkan sakit perut, kram perut, mual, muntah, sakit kepala hingga feses yang berdarah.
Sedangkan infeksi virus disebabkan oleh rotavirus yang merupakan penyumbang penyakit diare. Diare yang disebabkan oleh infeksi virus hanya bisa dicegah melalui imunisasi rotavirus yang diberikan pada anak usia 6 sampai 24 bulan


3. Antibiotik


Antibiotik bukan hanya dapat membunuh bakteri jahat dalam usus, tetapi juga bakteri baik yang menjaga flora dalam usus. Matinya bakteri baik dapat mengganggu keseimbangan dalam organ pencernaan. Bagi anak ini akan sangat membahayakan, karena akan berdampak langsung dengan organ pencernaannya. Antibiotik juga dapat menurunkan kekebalan bila dipakai secara terus menerus.
Sebaliknya probiotik merupakan bakteri baik yang dapat menjaga keutuhan flora alami dalam organ pencernaan. Cara kerja probiotik pun berbeda dengan antibiotik.

4. Makanan yang pedas, bersantan dan asam

Seperti yang kita ketahui makanan pedas, bersantan dan juga asam itu rawan buat pencernaan. Bukan hanya anak anak saja, orang tua pun bisa juga kena diare karena hal ini. Pada orang tua mungkin diare akibat makanan pedas, bersantan dan asam tidak memberi efek yang terlalu lama, paling hanya sehari mengalami diare nya , tapi pada anak mungkin efek nya bisa berhari hari.

Probiotik obat diare yang aman untuk tubuh


Probiotik adalah bakteri baik yang dapat menjaga flora alami dalam organ percernaan. Contoh bakteri baik dalam probiotik adalah Lactobacillus dan Bifidobacterium. Bakteri lactobacillus dan Bifidobacterium banyak jenisnya dan bakteri ini tidak membahayakan bagi kesehatan tubuh. Menurut wikipedia, pabila bakteri baik ini berkumpul akan mengubah laktosa dan gula menjadi asam laktat. Nah, produksi asam laktat dalam tubuh akan mengusir bakteri merugikan yang terdapat di sekitarnya.

Penelitian terbaru telah memberikan beberapa bukti yang meyakinkan bahwa probiotik secara khusus membantu:
Mengurangi frekuensi dan jangka waktu diare dari penggunaan antibiotik, infeksi rotavirus, dan diare karena bepergian.

Probiotik mempunyai fungsi mendukung kekebalan tubuh dan juga mengurangi pembentukan produk pecahan cerna yang tidak sehat di usus.
Probiotik juga dapat membantu meredakan gejala alergi, Irritable Bowel Syndrome (IBS) dan konstipasi.

Setelah mengikuti anjuran dokter secara kontinyu saya menerapkan asupan probiotik ini bagi anak saya. Baik ketika sedang terkena diare, flu, alergi atau sedang kurang fit. Alhamdulillah asupan probiotik ini membuat pencernaan si anak kembali sehat dan metabolismenya selalu lancar.

Sumber makanan probiotik
Pic by freepik

Probiotik alami terdapat pada minuman yogurt, tempe, kefir, kimchi (asinan korea) dan sauerkraut (asinan kol dari jerman). Tapi kalau buat anak kimchi dan sauerkraut ya tidak mungkin dikasi, karena rasanya pedas dan asam.

Sedangkan probiotik yang bisa didapat secara instan di apotek adalah Lacto-B, Interlac, Liprolac, Lactodia dan Protexin. Suplemen probiotik ini aman bagi bayi dan anak-anak. Suplemen probiotik ini sebaiknya di konsumsi 3 kali sehari berbarengan dengan asupan makanan prebiotik. Lho, prebiotik itu apa sih?

Contoh probiotik dan prebiotik

Prebiotik adalah makanan yang tidak dapat terproses atau dicerna di dalam usus sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dalam pencernaan, yang dalam kata lain prebiotik adalah sumber makanan bagi probiotik. Prebiotik alami terdapat pada pisang, apel, jagung, daun bawang, bawang dan biji bijian. Hubungan probiotik dan prebiotik bagaikan sebuah hubungan tak terpisahkan alias saling bersimbiosis.

Baca Juga : Pentingnya perhatian ketika sakit

Setelah membaca probiotik ini paling tidak tercerahkan ya mengapa probiotik itu baik buat anak dan antibiotik itu sebaliknya. Yah kecuali antibiotik yang alami, itu sudah lain soal. Yang biasanya anak sakit diare hingga muntaber langsung bawa saja gitu ke praktek dokter/bidan terdekat tanpa mengetahui obat apa yang diberi. Ibu, wajib bertanya ke dokter obat apa yang diberi. Kalau merasa keberatan dengan obat yang diberi, ya tidak harus dikasih ke anaknya. Apalagi bila si ibu punya firasat bahwa obat yang diberi itu bukanlah obat yang baik buat anaknya.
Tapi, ada tapinya nih, tidak semua orang cocok dengan probiotik. Oleh karena itu bisa dicek dahulu apakah si anak alergi terhadap probiotik atau tidak.

Lalu apakah probiotik ini juga bekerja dengan baik bagi orang dewasa? Tentu saja. Bukan hanya buat anak, tapi orang dewasa juga baik. Hanya saja, mungkin proses penyembuhan diare bila menggunakan probiotik ini tidak secepat menggunakan obat medis yang beredar di pasaran. Tapi apa salahnya bila dicoba agar kesehatan pencernaan selalu terjaga dan metabolisme berjalan dengan lancar. Siapa sih yang tidak ingin pencernaannya selalu sehat? Hayo tunjuk tangan :)

35 komentar:

  1. Probiotik penting, kasihan kalau anak sampai kena diare gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba lihat anak sakit gak tega banget rasanya

      Hapus
  2. Bener banget, tidak hanya untuk anak, orang dewasa juga penting mengkonsumsi prebiotik. Apalagi untuk yang sudah usia tua yang terkadang lebih sering mengalami keluhan pada perut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas sebaiknya orang dewas juga konsumsi probiotik tapi kenyataannya lebih menyukai cara yg instan :D

      Hapus
  3. Probiotik taunya cuma Yakult hehe.., ternyata banyak variasinya. Kuliner zaman sekarang apalagi yang PKL kurang steril, entah itu bahannya, banyak vetsin juga, memang harus dinetralisir dengan probiotik. Nice info

    BalasHapus
  4. Kadang suka bingung kalo harus milih probiotik yang aman buat anak, soalnya di pasaran begitu banyak merek dan semuanya menyatakan bagus dan paling baik, hehee...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg ada di apotik insyaallah sudah lewat proses dr BPOM jd aman mang, kalau ragu pilih probiotik yg alami saja :)

      Hapus
  5. Follow! Hope U follow back:)

    BalasHapus
  6. Saya nih mba, gara-gara anak pertama ampun2an dikasih antibiotik, akhirnya anak kedua musuhan banget ama dokter anak hahaha.

    Dan Alhamdulillah, hngga usianya hampir 2 tahun, si nomor 2 ini bebas AB sama sekali, semoga selalu sehat aamiin.

    Memang sebaiknya kasih probiotik ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang sebaiknya pilih dokter anak yg pro ke probiotik mba, krn ga semua dokter anak pro sama yg alami

      Hapus
  7. Baru tahu kalau tempe termasuk probiotik alami. Baru kemarin anak saya diare tapi syukurnya nggak sampai lemes. Saya kasih air putih dan makan nasi aja. Bagus banget artikelnya mbak, menambah informasi jadi tahu makanan apa yang baik diberikan kalau anak diare.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi mba, semoga infonya bermanfaat ya :)

      Hapus
  8. wah bisa jadi rekomendasi juga nich untuk keluarga agar pencernaan anak tidak terganggu

    BalasHapus
  9. wah istilah kedokteran antibiotik ama probiotik mending konsumsi probiotik aja ngeri kalau anak harus berurusan ama AB

    BalasHapus
  10. probiotik dalam susu formula hari ini belum mencukupi. jadi carilah dari sumber alami...

    BalasHapus
  11. Ya kak iid, anak2 kalo diare awalnya saya kasih air kelapa dulu, setelah itu barulah yogurt,
    Alhamdulillah gak ada yang alergi prebiotic dan probiotik

    BalasHapus
  12. Berarti utk orang dewasa asupannya cukup dari makanan aja kali yaa
    Engga perlu suplemen

    Nice sharing mbaak

    BalasHapus
  13. Ngerasain banget bahwa diare itu menyiksa setelah saya mengalaminya. Sampai bikin status di FB segala. Ya ampun, hanya karena kacang bawang untuk lebaran telah bikin diri ini sengsara. Gak kuat makan kacang goreng lagi.
    Cara mengatasinya minum teh pahit dan Yakult.
    Semoga Abang kecil selalu sehat.

    BalasHapus
  14. Itu yang untuk prebiotik ada usia minimal anaknya ya?

    BalasHapus
  15. Wah.. Kami gak oernah mengkonsumsi prebiotik instant..
    Hanya menjaga saja agar anak tiap hari selalu mengkonsumsi 4 sehat 5 sempurna.
    Walopun seringnya hanya satu sehat satu sempurna 😩

    BalasHapus
  16. Diare nih kalo udh kena kudu lgsg diberesin ya kak:"D

    BalasHapus
  17. Baby girl kami sempat kena diare, 2 kali ke dokter gak ada kemajuan. Setelah ganti susu baru deh baikan.
    Btw probiotik ini aman ut baby gak mba ?

    BalasHapus
  18. Betul sekali mbak Hydriani... Anak saya juga pernah mengalami masalah Pencernaan Dan akhirnya Probiotiklah solusinya..😄😄 Thanks mbak ulasan lengkapnya..

    BalasHapus
  19. Ini sama gak khasiatnya dg propolis² itu yaa...kan ramai tuh promonya dr MLM² ttg probiotik dan antibiotik propolis gold, platinum, dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang tau juga mba, saya kapok pake produk mlm pasti harganya dilebih lebihkan padahal kualitasnya pun kurang lebih sama dengan produk non MLM #Imho :)

      Hapus
  20. Anak diare? makan tempe (kata orangtua dulu) ternyata benar ya tempe termasuk salah satu makanan yang mengandung prebiotik yang baik buat sistem pencernaan.

    BalasHapus
  21. Kalo anak diare, langkah awal memang biasa aku kasi BRATY (bread, rice, apple, toast, yogurt) kak. Sama kasi Lacto B dari apotek.

    BalasHapus
  22. Probiotik banyak fungsinya mbak, waktu saya flu juga disarankan mengkonsumsi makanan yang mengandung probiotik, hehe :D baru tau ternyata daun bawang termasuk prebiotik, suka banget masakan yang banyak daun bawangnya

    BalasHapus
  23. Dan udah tau probiotik itu penting akupun tetep aja ogah konsumsi makanan yang ada probiotiknya kwkwkwkw

    #AkuCintaFastfood

    BalasHapus
  24. Bermanfaat sekali infonya, lebih baik ke probiotik alami aja ya, jadi nambah ilmu nih insyaAllah ketika punya anak

    BalasHapus

Link Hidup tidak diperkenankan di sini.
Mohon untuk dimengerti
Terima Kasih ^_*

Diberdayakan oleh Blogger.