Selulitis : Pelajaran berharga untuk mengamalkan hidup sehat

30 Agustus
"Kesehatan itu memang mahal harganya, untuk itu mencegah lebih baik daripada mengobati"..

Kata-kata ini sering sekali kita dengar pabila akhirnya jatuh sakit, terus harus menebus sejumlah obat yang mahal harganya. Menggunakan asuransi kesehatan yang murah milik pemerintah adalah solusi bagi kalangan masyarakat golongan menengah ke bawah untuk mengatasi biaya pengobatan atau obat yang mahal. Namun dalam penggunaannya ya harus bersabar karena jutaan orang kini telah menggunakannya. Dipastikan ada rasa tidak puas untuk menikmati pelayanannya secara menyeluruh.
Saya tidak ingin membahasnya lebih lanjut karena toh kita sudah mengetahuinya dari berbagai media tentang pelayanan asuransi kesehatan ini.

Proses yang berbelit-belit

2 minggu yang lalu, saudara kandung saya jatuh sakit, awalnya hanya sakit biasa saja di kaki kirinya dan bisa dibawa jalan dengan pelan-pelan, tapi ia tidak tahu apa penyebabnya kenapa kaki kirinya bisa sakit. Lalu 3 hari kemudian sakit di kakinya tidak juga membaik, bagian paling atas kaki kirinnya semakin membengkak, ia pun memutuskan untuk ke dokter di faskes 1 asuransi kesehatannya diberi obat untuk 3 hari. Belum 3 hari obat habis, penyakitnya semakin menjadi, malah merembet sampai ke pencernaan dan pernapasan. Akhirnya memutuskan untuk pergi ke UGD dengan orangtua saya. Namun entah apa yang terjadi , saudara saya pun dipulangkan. Alasannya belum mendapatkan rujukan dari faskesnya. Dan mungkin kasusnya belum begitu berat pikir orang di UGD. Padahal saya yang melihatnya pun sudah semakin parah. Apakah karena menggunakan asuransi kesehatan itu ya? Sehingga dipersulit persyaratan pelayanannya. Ah, jadi malas saya membahasnya.

Waktu telah berlalu seminggu, akhirnya saya menemaninya kembali ke rs, setelah sebelumnya meminta surat rujukan dari faskes 1. Dari rs 1 saudara saya mendapatkan rujukan lagi untuk pindah rs dengan alasan fasilitas di rs sebelumnya tidak lengkap. Prosedur kami ikuti sebagai keluarga yang menemani. Setelah berkonsultasi saya pun mengajukan untuk rawat inap saudara saya. Butuh proses lagi ternyata dengan alasan kamar penuh, kami harus menunggu 1 hari untuk mendapatkan kamar rawat inap. Setelah sabar menunggu, alhamdulillah kamar rawat inap berhasil didapatkan.

Terdiagnosa Selulitis, Leukosit dan Gula Darah Tinggi

antara selulitis dan gula darah diabetes
Tentang selulitis
Sumber : brilio

Selulitis, baru pertama kali saya mendengar penyakit ini. Memang dokter yang memeriksa tidak memberikan penjelasan secara detil ketika kami berkonsultasi. Hanya memberikan secarik kertas yang bertuliskan Selulitis saja. Naluri rasa ingin tahu pun keluar. Segera saya browsing , menurut Alodokter adalah penyakit yang dapat mengancam nyawa jika saja terlambat penanganannya. Selulitis adalah infeksi bakteri yang terjadi pada jaringan kulit dalam. Selulitis apabila tidak ditangani maka infeksinya akan menjalar ke jaringan yang lain sehingga akan melemahkan sistem imun manusia secara keseluruhan. Akan tetapi tidak dapat menular pada orang lain. Gejala selulitis yang umum adalah kulit kemerahan dan mudah menyebar, muncul bintik merah, bengkak, rasa nyeri, demam juga kulit yang bernanah. Memang tidak mudah mendiagnosa penyakit ini, serangkaian tes utama seperti tes darah, foto rontgen bahkan CT-Scan/MRI harus dilakukan untuk mendeteksi penyakitnya.

Diagnosa kedua penyakit saudara saya adalah Leukosit dan gula darah tinggi. Ini dibuktikan dari hasil tes darah yang dilakukan. Leukosit tinggi akibat adanya infeksi yang parah. Sedangkan gula darah tinggi mengarah ke penyakit diabetes. Meskipun tidak ditemukan riwayat penyakit ini sebelumnya, gula darah tinggi bisa menyebabkan seseorang menjadi penderita diabetes permanen jika ia tidak segera diatasi. Resiko diabetes sangat dekat rupanya dengan penyakit infeksi itu. Leukosit dan Gula darah tinggi berarti adanya sistem aliran darah yang buruk. Darah juga menjadi kental. Sedang ketika terjadi infeksi butuh banyak asupan darah yang baik agar infeksi dapat teratasi.

Syukurlah dengan terapi antibiotik melalui infus masalah leukosit yang tinggi dapat teratasi dalam 2-3 hari. Lalu yang masih menetap adalah masalah gula darah yang tinggi tersebut. Masalah infeksi selulitis tidak bisa segera diatasi begitu saja. Sedang luka abses yang keluar akibat infeksi tidak bisa dideteksi dengan USG biasa. Tindak pemeriksaan dengan alat CT-Scan pun dilakukan. Kalau sudah dapat dideteksi maka tindakan selanjutnya yaitu operasi pengeluaran abses di dalam jaringan kulit dalam mudah-mudahan dapat segera dijalankan sehingga bisa sembuh total dari penyakit ini.
Sebenarnya selulitis bisa dihindari sedini mungkin. Adalah dengan cara selalu menjaga kebersihan badan dengan memakai sabun mandi, menjaga kelembapan kulit dengan krim pelembap dan menjaga luka dengan baik dengan menggunakan krim pelindung atau segera berobat sebelum infeksi meradang.

Diabetes penyakit akibat gaya hidup

gejala sakit diabetes
Gejala diabetes
Sumber : freepik

Sudah banyak yang mengetahui bahwa diabetes adalah salah satu penyakit zaman now karena adanya perubahan gaya hidup. Makanan instan, minuman ringan baik berbentuk kaleng ataupun botol plastik. Hampir semuanya mengandung pengawet, pemanis dan zat kimia lainnya. Diabetes bukan hanya penyakit yang diturunkan. Semua orang bisa saja mengalaminya. Sudah pernah saya membahas tentang diabetes ini dalam topik kesuburan wanita. Yang mana kesuburan wanita seperti sindrom polikistik (PCOS) sedikit banyak dipengaruhi oleh penyakit akibat gaya hidup yang salah. Seperti gaya hidup serba instan dan gaya hidup sedentari alias selalu mager.

Selulitis tampak penyakit yang sepele tapi ia akan menjadi berbahaya bila si penderita juga mengalami obesitas bahkan diabetes. Ketika melihat penyakit tersebut ada di depan mata, saya selalu berdoa mudah-mudahan saya tidak ikut mengalaminya juga. Seketika alarm untuk menghindarinya pun berbunyi dan segera mengamalkan gaya hidup sehat.

Manusia memang diberikan indera penglihatan dan penciuman untuk merasakan dan menikmati makanan yang enak-enak. Tidak dipungkiri iklan produk yang selalu wara wiri di layar televisi membuat kita tersihir untuk ikut menyicipinya. Wajar saja kan. Pagi makan mie instan, siang makan nasi padang dan minum minuman kemasan, malam minum teh susu sachet yang gulanya segambreng juga makan nasi goreng yang penuh minyak dan micin di atas jam 9 malam. Ini hanya contoh, oleh karena itu wajar juga berbagai penyakit degeneratif pun timbul.

Setiap penyakit selalu ada solusinya, seperti yang kita ketahui. Mengubah pola hidup ke arah yang lebih baik, rajin minum air putih, berpuasa, konsumsi makanan yang sehat & bergizi dan pastinya selalu aktif bergerak. Hidup layaknya zaman kakek nenek kita dahulu jauh sebelum mengenal produk juga gaya hidup yang serba modern & instan, mungkin itu lebih baik.

#reminderformyself

10 komentar:

  1. Syukurlah sodara mba Iid bisa sembuh seperti sedia kala.

    Kadang menjaga hidup sehat sekedar slogan aja bagi kita yah. Konsistensi mengamalkannya masih sulit. contoh kecil minum air putih yang cukup. Sederhana aja tapi mualeeees hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya benar bang mengamalkannya ini yang masih sulit dilakukan secara keseluruhan,tapi setidaknya ada 2-3 hal yang bisa kita lakukan seperti konsumsi makanan yang sehat dan aktif bergerak :)

      Hapus
    2. kalo pas mager buyar semuanya mba hehehe

      Hapus
  2. sy dalam usaha menurunkan berat badan harap konsisten lah usaha ni... ;-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Goodluck ya mudah2an konsisten, tapi jangan lupa berdiedt yg benar. Btw terima kasih atas infonya mba anies, mudah2an saya ada langkah ke Malaysia :)

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  4. Twrimakasih mba, hidup sehat memang dambaan semua orang, semoga kita semua selalu di kasih kesehatan.

    BalasHapus
  5. Syukur deh mbak, Adek mbak bisa pulih lagi.
    Uraian tentang selulitis ini menarik mbak, membuka wawasan tentang ragam penyakit dan penyebabnya. Life style memang risk factor dari berbagai penyakit

    BalasHapus
  6. kalau masih muda mikirnya pasti "halah" tapiii kalo udah keterusan konsumsi yang ga sehat, waduhh efeknya ngerti dibelakang nanti.Apalagi kalo sering makan yg serba instan terus terusan

    BalasHapus

Link Hidup tidak diperkenankan di sini.
Mohon untuk dimengerti
Terima Kasih ^_*

Diberdayakan oleh Blogger.