Antara BBW 2019 dan IIBF 2019

09 September

Adakah yang sudah pernah berkunjung ke acara pameran buku import terlengkap dan terbesar seperti BBW ( Big BadWolf ) ?
Bagaimana rasanya?

Ini adalah kunjungan saya yang pertama. Sebelumnya saya hanya mengandalkan jastip (jasa penitipan) buku yang ada di kota untuk membeli buku yang diinginkan, karena baca buku digital dengan membaca buku fisik itu terasa berbeda, tetap lebih enak buku fisik, namun sekali-kali boleh lah. Dengan memilih foto buku yang diinginkan melalui Wa, gercep memilih foto terus dilanjutkan dengan transfer sejumlah uang pada hari yang sama agar buku yang dipesan menjadi milik pribadi dan segera sampai di tujuan.

2 kali (selama 2 tahun) menggunakan jastip, karena tidak puas dengan pilihan buku yang ada akhirnya saya pun mengunjungi langsung BBW kali ini. Kalau di Medan, bertempat di Gedung Andromeda Lanud Soewondo Medan Polonia (sebelumnya bandara udara internasional Polonia yang sekarang pindah dan telah berganti nama menjadi  Kuala Namu Internasional Airport).

Disambut dengan poster Selamat Datang Wolfies, sebutan untuk pengunjung pameran buku Big Bad Wolf yang setia. Selamat datang kembali ke sarang serigala (begitu istilahnya yang sering saya dengar). Antrian sudah mengular sejak dari pagi jam 10, untungnya antrian tidak berlangsung lama. Setiap pengunjung diwajibkan untuk membawa troli (ukuran besar/kecil) dan diperiksa dulu isi tasnya sebelum masuk. Begitu juga ketika selesai membayar , akan diperiksa jumlah buku yang telah dibeli di dalam kantong plastik yang kita bawa. Cukup ketatlah aturannya.

Bingung milih buku yang mana 😅

Kesan pertama memasuki ruang BBW, melihat buku yang ditawarkan kebanyakan untuk anak (porsi hampir 70%) selebihnya buku untuk remaja dan dewasa. Untuk porsi buku importnya lebih banyak dibandingkan buku lokal, ya karena BBW ini kan pameran buku import , gimana sih saya hehehe. Untuk buku anak ada berbagai tipe yang ditawarkan. Ada board book, activity book, picture book dan reference book.
Buku untuk anak, diletakkan di ruang utama setelah pintu masuk.
Sedangkan untuk remaja dan dewasa hanya dibagi dalam 2 tipe saja yaitu fiksi dan nonfiksi yang letaknya pada pinggir ruangan kiri dan kanan.

Harga buku import anak yang ditawarkan mulai dari Rp 30.000 sampai Rp 200.000 per buku. Sedangkan untuk bookset ada yang sampai Rp 500.000. Awalnya saya kalap memilih banyak buku untuk anak dan saya masukkan ke troli belanjaan. Tapi setelah saya hitung totalnya sebelum membayar budgetnya melebihi anggaran. Akhirnya saya kembalikan beberapa karena maksimal hanya membawa uang Rp 300.000 saja. Ternyata dengan uang segitu saja masih kurang kalau saya mau belanjakan buku yang saya mau hahaha..
Awalnya saya juga ingin membeli buku untuk pribadi, namun akhirnya mengalah buku buat anak saja, toh ibunya masih bisa baca e-book di perpus online atau melipir ke Gramedia :D.
Pikir saya kapan lagi bisa beli buku import murah dan berkualitas seperti Big Bad Wolf ini. Acaranya pun sekali setahun saja di tiap kota-kota besar. Di Medan tahun ini pameran BBW berlangsung dari tanggal 6-16 September 2019.

Rindu Indonesia International Book Fair


IIBF Jakarta 2019
Sumber @eventfinderjkt IG

Baru saja IIBF berakhir tanggal 8 september. IIBF hanya diselenggarakan di Jakarta saja. Teringat 10 tahun yang lalu ketika berlibur di Jakarta dan mengunjungi event IIBF yang diadakan setiap tahun ini. Suka dengan konsepnya yang tidak hanya menjual diskon buku semata, tapi ada semacam talkshow, peluncuran buku, bedah buku, diskusi buku atau bincang buku yang menghadirkan penulis-penulis terkenal. Juga ada lomba, seminar, dan workshop kepenulisan. Duh kalau sekarang iri banget lihatnya. Hanya bisa menyaksikan di akun sosmed dan channel Youtube saja.

Baca Juga : 5 Buku panduan belajar nabung saham

Seandainya saja kalau IIBF juga mengadakan roadshow ke kota-kota besar tentu akan membuat para pecinta buku bersorak kegirangan, termasuk saya :D. Namun sepertinya kita (saya kali xD) harus bersabar, entah kapan akan terwujud hal seperti ini. Karena disamping bujet yang besar, animo masyarakat di daerah pun harus besar untuk menyambut event/pekan ini. Terlebih dahulu pekan literasi bahasa yang sering diadakan di perpustakaan daerah harus dimaksimalkan, dan juga dari segi promosi akan adanya acara literasi dan bazar buku tersebut. Mudah-mudahan saja ya tahun depan akan ada pekan buku terbesar dan terlengkap di kota-kota besar termasuk di kota Medan yang mengusung konsep BBW dan IIBF ini :)

4 komentar:

  1. Kalo udah liat buku jadi mupeng ngajak anak ke sana. Di tempat saya gramed aja baru ada store poin gitu. Masih serba terbatas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah gramedia sudah ada, iya memang kadang2 ada bulan diskonnya di sana bang

      Hapus
  2. Seumur-umur belum pernah hadir di acara semacam ini mbak, maklumlah sa mah 'kuli' yang kerjaanya sangat padat.. :D

    Sebenarnya saya sangat suka membaca, hanya saja keterbatasan waktu, membuat saya membaca seperlunya saja di sela-sela waktu luang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal tinggal di Jakarta ya mang, mungkin tahun depan bisa disempatkan ke pameran buku seperti ini

      Hapus

Link Hidup tidak diperkenankan di sini.
Mohon untuk dimengerti
Terima Kasih ^_*

Diberdayakan oleh Blogger.