Efek Menonton Televisi bagi Anak

17 Oktober
efek menonton televisi bagi anak

Sebenarnya bingung sih dengan judulnya kali ini, mau cerita sekaligus curhat tentang kegiatan sehari-hari yang ingin sekali saya ungkapkan di blog ini. Salah satu kegiatan sehari-hari saya dan keluarga tuh ya menonton televisi. Karena saya sekarang tinggal sama orangtua, tidak tinggal sendiri karena suami kerja di luar kota dan pulang cuti hanya 3 bulan sekali. Mau tidak mau saya juga kembali melakukan kebiasan menonton televisi yang saat ini kualitasnya semakin tidak bagus, seperti infotainmen dan sinetron.

Dulu, waktu belum menikah saya masih bisa menonton televisi dengan wajar, kalau ada yang menonton serial sinetron/gosip yang tidak saya suka, ya saya kabur masuk ke dalam 'gua'. Tapi setelah punya anak, ya tidak mungkin kan, saya mempunyai tanggung jawab sama pendidikan anak. Kalau ia saya paksa masuk dalam 'gua' juga bisa2 dia bosan dan tantrum karena ingin bercengkrama dengan kakek neneknya.

Punya tetangga yang tidak banyak memiliki anak kecil, jadilah si anak tidak mempunyai waktu yang lebih banyak akan kegiatan di luar. Kegiatan di luar hanya ketika ia mengikuti sekolah khususnya yang tidak setiap hari juga ia bertemu teman-temannya alias seminggu 3 kali. Mau tidak mau ia pun ikut kebiasaan kakek neneknya menonton televisi. Saya memang tidak bisa memaksakan atau mendikte orangtua saya untuk tidak menonton sama sekali atau mengarahkan apa yang sebaiknya ditonton ketika saya sedang tidak di samping anak karena ada tugas domestik rumah atau tugas menulis di blog. Karena mereka sendiri punya tontonan favoritnya masing-masing.

Televisi dan gadget merupakan media yang interaksinya searah dan tidak bisa memberikan interaksi sepenuhnya untuk anak. Tetapi dua-duanya memberikan daya tarik yang luar biasa bagi anak, karena mereka dapat menikmati tayangan visual secara terus menerus yang memanjakan mata. Bila tayangannya tepat tidak mengapa, tapi bila tidak tepat ini yang membuat repot.

Tayangan yang baik bagi anak adalah kartun anak-anak, seperti Ipin-upin , Hikayat Kancil atau Marsha and the Bear. Sayangnya jam tayang buat anak pagi hari di saluran televisi tidak lah banyak. Kecuali kalau kita mau membayar lebih bisa membeli saluran di tv kabel. Dulu pernah saya lakukan eh makin lama harganya kok ya makin mahal saja. Sudah begitu layanannya tidak maksimal, jadi terpaksa layanan tv kabel itu kami hentikan.

Ketika si Anak Mulai Meniru

Anak adalah peniru ulung, begitu kata orang yang sering saya dengar. Bila yang ia lihat itu baik, maka baiklah yang ia tiru.Namun  bila yang ia lihat tidak baik, maka pastinya akan tidak baik. Entah mengapa jam tayang sinetron di televisi suka 'asal', bayangkan jam 9 pagi sampai jam 12 siang sudah disuguhkan tayangan sinetron yang menunjukkan perilaku kasar atau cinta-cintaan, atau pun pakaiann yang tidak sopan dikenakan. Seharusnya jam tayangnya diundur ke jam malam di mana anak sudah pada tidur. Sinetron yang saya maksud misalnya FTV remaja atau serial drama india yang akhir-akhir ini sedang marak di televisi. Awalnya mungkin saya lihat biasa saja, namun lama kelamaan anak saya mulai terbiasa dan meniru apa yang ia lihat di serial drama itu, seperti teriak-teriak seperti sang aktor lakukan juga sampai ikut menyanyikan lagu serial drama tersebut. Bahkan serial drama tersebut terkadang menunjukkan adegan kekerasan dan menunjukkan senjata tajam yang tidak layak untuk ditonton oleh anak, ckckck...

serial drama yang memberi efek buruh bagi anak
Serial drama yang memberi pengaruh buruk untuk anak

Duh saya jadi geleng-geleng kepala jadinya, kalau sudah menunjukkan perilaku begitu saya jadinya kembali masuk ke kamar bersamanya dan mengajarkan bahwa itu tidak untuk ditiru. Serba salah jadinya, mau meninggalkan anak di kamar saja dengan gagdet itu tidak mungkin saya lakukan karena ia akan terbuai dengan tayangan di youtube yang bermacam-macam tanpa saya dampingi, selain itu pasti kuota akan cepat habis. Jalan lainnya saya memberikannya koleksi buku untuk ia baca, setidaknya untuk dilihat-lihat saja. Tapi namanya juga anak balita membaca buku baginya juga butuh pendampingan dari saya. Sedangkan tugas domestik saya masih belum selesai dilakukan.

Masih banyak PR buat saya soal cara mendidik anak ini, karena ilmu parenting saya juga tidak begitu dalam. Memang lebih enaknya sih mengajar anak ya di rumah sendiri, saya bisa atur anak sepuasnya untuk tidak bergantung dengan televisi atau pun gadget. Misalnya menyetel murottal ayat pendek mp3 di kala beraktivitas agar ia mendengarnya dan membelikannya buku yang menarik perhatiannya, pokoknya yang jauh-jauh dari 2 benda itu deh. Tapi apa daya, saya belum bisa melakukannya saat ini dengan sepenuh waktu. Ada saran?

11 komentar:

  1. Sekarang gak hanya TV sih mba yang harus kita cermati. Video2 di yutub kadang banyak yang kurang mendidik juga, bahkan kadang gambar thumbnailnya cukup vulgar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang day video youtube juga makin aneh2 dilihat, klo skrg saya masih aman krn anak masih bisa dilarang, ga tau kalau sudah semakin besar nanti 😅

      Hapus
    2. Gak usah jauh-jauh TV, tuh di youtube channelnya keluarga gledek, gak mendidik sama sekali. Isinya pamer harta.

      Hapus
  2. Anak saya sering nonton acara kartun dan film anak anak, dan sering meniru aktor atau tokoh dalam film tersebut

    BalasHapus
  3. Acara TV sekarang semakin ngeri, udah jarang tontonan yang bener-bener buat anak.. Kalau nonton youtube mungkin bisa coba Youtube Kids mba, seenggaknya Youtube Kids kontennya katanya memang sudah dikurasi khusus untuk anak.. :)

    BalasHapus
  4. makasih sharingnya, jaman anakku kecil belum seperti sekarang

    BalasHapus
  5. saya memang tidak akan mengijinkan anak saya melihat tv dari jarak 1 meter, saya akan memberi ijin jika jaraknya 2 meter. tapi yang saya bingung, ketika anak saya lihat gadget, baru susah ngurusnya

    BalasHapus
  6. tayangan di tv sekarang memang kurang menarik ya. gak kayak dulu. saya pun sekarang jarang nonton tv..

    paling sesekali nonton tv sambil nemani anak.. tayangan yg selalu ditonton ya upin ipin.. hehe.. dan beberapa kartun2 lainnya juga

    BalasHapus
  7. Keponakan saya kalo lagi main ke rumah saya gak pernah saya setelin TV channel Indonesia. Gak bagus buat ditonton anak-anak. Untungnya saya pake TV kabel, saya setelin yg isinya kartun-kartun.

    BalasHapus
  8. Iya bener, anak merupakan peniru yg baik. Yg ditiru ya ortunya. Saya juga gitu, meski gak nonton tivi, tp kan sering pegang hape, jadi anak ikut2an pegang juga.

    BalasHapus

Link Hidup tidak diperkenankan di sini.
Mohon untuk dimengerti
Terima Kasih ^_*

Diberdayakan oleh Blogger.