Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dijamin Awet dan Wangi! Perhatikan Tips Merendam Pakaian dengan Cara Ini

tips merendam pakaian agar awet dan wangi
Pic by : freepik

Gaes, Sahabat Perempuan Berbagi..

Saya mau cerita nih, seringkali saat ingin mencuci pakaian kita para ibu selalu saja mau cepat selesai, dengan alasan agar bisa cepat dijemur dan bisa segera disetrika atau dipakai lagi. Padahal untuk mencuci pakaian hal yang seharusnya dilakukan lebih dahulu adalah dengan merendamnya. Merendam pakaian adalah salah satu cara yang dapat dilakukan dengan tujuan agar pakaian tetap awet, noda pakaian yang membandel segera hilang dengan cara yang benar, lembut dan juga pastinya wangi seperti yang diharapkan.

Memang sih sepertinya mudah ya merendam pakaian ini tinggal masukkan pakaian ke dalam ember atau mesin cuci, beri deterjen dan kucek biar nodanya hilang. Tapi kalau caranya salah maka akan membuat pakaian mudah rusak seperti ketika ingin mencuci baju tunik buat lebaran kan sayang, bau dan menjadi tidak awet. Kalau sudah kayak gini merendam pakaian bukannya bikin mudah malah jadi ambyar.

Tips Merendam Pakaian Agar selalu Awet dan Wangi

Berikut adalah tips bagaimana cara untuk merendam agar pakaian awet dan wangi

1. Pisahkan antara pakaian mudah luntur dan yang tidak mudah luntur

Mungkin sebagian orang sudah tau ya namanya pakaian yang mudah luntur sebaiknya dipisah saat direndam. Pakaian yang mudah luntur yang terbuat dari bahan batik, bahan seprei, bahan jeans dan kain yang berwarna terang. Untuk pakaian warna putih dan hitam polos sebaiknya dipisah menurut warnanya karena kedua warna ini sangat rentan dengan pakaian mudah luntur.

2. Pisahkan antara pakaian berbahan lembut dan pakaian sehari-hari

Untuk pakaian berbahan lembut seperti yang berbahan chiffon, crepe, satin, flanel, maxmara dan sutra sebaiknya dipisah dengan pakaian sehari-sehari yang berbahan kaos atau katun. Kecuali pakaian tersebut tidak direndam dan dicuci di mesin cuci. Pakaian berbahan lembut tersebut sebaiknya direndam dengan sedikit deterjen, agar tidak banyak meninggalkan busa dan tidak perlu diperas terlalu sering

3. Pisahkan antara pakaian yang terlalu kotor dan tidak

Pakaian yang terlalu kotor karena lumpur, tanah atau oli seperti pakaian anak yang habis bermain bola sama teman-temannya atau habis kena becek, sebaiknya di dalam ember yang terpisah karena pakaian yang terlalu kotor menggunakan deterjen yang lebih banyak daripada yang biasanya.

4. Baca label cara rendam dan cuci pakaian terlebih dahulu

label cara cuci pakaian
Pic by : freepik
Perhatikan label yang tertera pada pakaian. Setiap jenis pakaian akan berbeda-beda perlakuan dan cara mencucinya. Sebelum merendam dah mencuci pakaian terlebih dahulu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Seperti aturan do not wash, hand wash, wash in machine, do not bleach, machine wash gentle or delicate, no heat, no dry cleaning, dan lain-lain

5. Rendam pakaian kurang lebih 30 menit maksimal 2 jam

Pakaian yang direndam lebih dari 2 jam atau terlalu lama akan merusak pakaian, melunturkan warna asli pakaian dan mengeluarkan bau apek. Bau apek yang dikeluarkan dari hasil rendaman yang terlalu lama akan berpengaruh sampai ketika pakaian telah selesai dijemur. Oleh karena itu sebaiknya ikuti dengan seksama aturan cara merendam sesuai dengan instruksi pada kemasan deterjen.

6. Perlakuan khusus untuk Pakaian berbahan Flanel

Pada beberapa jenis pakaian merendam dengan air hangat dapat menyebabkan warna cepat luntur. Oleh karenanya khusus kemeja berbahan flanel penggunaan air dingin untuk merendam sangat disarankan. Kemeja bahan flanel memiliki kelemahan dari hal pengikatan warna. Jadi, bila pakaian direndam terlalu lama, warnanya pun akan cepat luntur. Jangan lupa tambahkan softener pelembut ketika pakaian selesai direndam dan dicuci agar bahan flanel tidak mudah berbulu

7. Gunakan deterjen berdasarkan fungsinya :

Pada saat merendam perhatikan penggunaan deterjen bubuk dan cair. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda-beda, seperti :
- Pada deterjen bubuk digunakan untuk noda di luar ruangan. seperti : lumpur, pasir dan tanah

- Pada deterjen cair digunakan untuk noda di dalam ruangan , seperti : noda minyak dan bahan makanan

- Deterjen cair dapat bekerja di berbagai suhu air, baik hangat maupun dingin.

- Deterjen bubuk dapat bekerja secara optimal di suhu air yang hangat. Deterjen bubuk tidak bisa larut dalam air yang terlalu dingin dan jika dipaksakan akan meninggalkan residu pada pakaian, sehingga pakaian akan mudah pudar, berkerak dan cepat rusak.

Nah, gaes tips yang sebutkan ini mudah-mudahan bermanfaat ya buat kamu yang masih bingung bagaimana cara merendam pakaian yang baik tapi tetap awet dan wangi. Selamat Mencoba :)




11 komentar untuk "Dijamin Awet dan Wangi! Perhatikan Tips Merendam Pakaian dengan Cara Ini"

  1. kalau anak kosan langsung bawa ke laundry nih :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang simpel simpel saja ya kang..✌️

      Hapus
  2. Wah, ternyata ribet juga ya biar pakaian jadi awet dan wangi. Salut buat ibu ibu yang telaten agar pakaian selalu awet juga harum.😃

    BalasHapus
  3. Ohhh ternyata di labelnya ada cara perendaman pakaiannya yaa, hha saya tidak terlalu memperhatikannya.. Tapi tidak semua pakaian ada label itu sayangnya, kadang hanya menginformasikan lokasi pembuatan dan logo brandnya saja.

    BalasHapus
  4. Ibuku harus tau tips ini.. hahaha
    Makasih tips nya mbak

    BalasHapus
  5. Wah, belum update blog lagi ya mbak.

    Oh ya, kisah lanjutan Eny sudah ada mbak, Monggo kalo mau baca. ( Numpang promosi.😁)

    BalasHapus
  6. Th mba... kok saya lebih suka wangi londri yah wkwkkw

    BalasHapus
  7. terimakasih mbak,,,akan saya infokan ke istri saya biar bisa praktekin tips nya

    BalasHapus
  8. dan ernyata selama ini salah. selama ini sembaranga doang main campur aduk kan pakean. nggak rapi n belum teratur banget . kalo udah baca tips begini kan jadi makin tau

    BalasHapus
  9. Sepertinya saya harus sedia deterjen bubuk untuk cupak (cuci pakaian) kerja suami yang petani sekaligus kuli bangunan. Minta ampun pegalnya cupak punya doi.
    Saya baru rahu kalau deterjen bubuk baiknya dengan air hangat. Siap dipraktekan karena saya cupak manual, he he.
    Hatur nuhun.

    BalasHapus

Berlangganan via Email