Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Surat Untukmu


Surat untukmu

Tak terasa seminggu telah berlalu
Mereka yang menemani kembali ke tempatnya masing-masing

Tinggal kami di sini, berteman dengan sepi
Sedih rasanya sekarang ku hanya bisa melihat fotomu, pakaian favoritmu dan mengingat lagi cerita indah tentangmu..

Terselip perasaan bersalah, kenapa aku tak bisa menyenangi hingga akhir hidupmu, mama..

Maafkan aku tak bisa menjadi seseorang yang kau harapkan, maafkan aku tak bisa  memberimu lebih dari yang dibayangkan.  Ku hanya selalu merepotkanmu dengan segudang curhatan yang membingungkan. Ku hanya bisa membuat masalah saja.

Mama, aku menyesal. Kenapa aku begitu egois.
Suatu saat nanti ku ingin menjadi sepertimu, seorang ibu yang tangguh, yang selalu menjadi tempat bernaung bagi anak-anaknya..selalu menjadi ibu yang sabar dan menyayangi anak-anaknya dengan sepenuh hati..

Kini, hanya doa yang bisa aku panjatkan tuk meringankan langkah agar bisa mengantarkan mama ke Jannah yang indah. Peluk & cium untukmu mama. I love u mama..


Berlangganan via Email