Puasa di Masa Covid-19

Pic : suara.com

Sahabat perempuan berbagi..

Gimana puasanya hari ini, lancarkah? gimana dengan suasana di tempat kalian?

Semenjak wabah Covid-19 atau Corona melanda pasti suasana puasa akan terasa lebih berbeda. Biasanya masih bisa jalan-jalan cari takjil pas sore hari, kini langkah kaki terbatas untuk mencarinya. Apalagi yang menjual takjil pun tak sebanyak biasanya.

Puasa kali ini, membuat perasaan jadi terasa hampa..untuk pertama kalinya puasa tanpa ibunda tersayang dan juga untuk ketiga kalinya tidak bisa berpuasa bersama paksu. Sedih, kecewa, kesal semua bercampur aduk menjadi satu. Di saat semua bisa berkumpul bersama keluarga lengkap karena sosial distancing, namun untuk saya ini pengecualian. 

Corona telah membuyarkan semua rencana indah, rencana yang telah disusun dengan rapi dan saya masukkan dalam resolusi di tahun 2020 ini salah satunya jalan-jalan dan bersilahturahmi mengunjungi saudara jauh.

Namun perasaan hampa ini tidak ingin berlarut-larut saya rasakan, saya juga harus tetap bersemangat menjalani hari di bulan puasa ini walau hanya bersama anggota keluarga yang tidak lengkap. Walau tak tau harus dari mana memulai rasa semangat ini.

Suasana Social Distancing selama bulan Puasa


Walaupun katanya saat ini sedang diberlakukan social distancing di saat pandemi, jaga jarak, harus pakai masker dan di rumah aja, kenyataan beda banget sama yang di lapangan. Pergi ke warung di tempat saya tidak begitu banyak perubahan yang berarti, yang malas pakai masker, yang tetep jalan-jalan naik motor, dan juga tidak pakai jaga jarak!

Begitupun juga saat waktu sholat tarawih yang rupanya jamaah tumpah ruah pas malam pertama tarawih di mesjid dekat rumah. Pemandangan layakanya tarawih tahun lalu, seperti tidak ada kejadian. Lha, tau dari siapa? ya dari orang rumah yang juga tidak mengindahkan larangan untuk sholat tarawih di luar. Haduh runyam!

Ya saya tau, mungkin kita merasa virus corona itu tidak akan sampai ke pelosok daerah seperti di Sumatera. Akan tetapi pada kenyataannya jumlah yang positif masih terus bertambah. Harus sadar atau tidak peduli? Jadi ragu akankah setelah lebaran Idul Fitri ini virus jahanam ini masih akan tetap ada? Setelah larangan mudik diterapkan tapi tidak untuk yang pulang kampung.

Kasian jadinya yang benar-benar mematuhi aturan jadi sia-sia karena ulah beberapa orang yang tidak patuh aturan. Ah abaikan semua rasa keluh kesah yang saya rasakan ini..

Mengharapkan sebuah keajaiban.. Semoga wabah ini segera lenyap tak berbekas di bulan puasa, bulan yang penuh berkah juga ampunan dan mematahkan segala teori akan kekhawatiran ini..

Tidak ada komentar untuk "Puasa di Masa Covid-19"

Berlangganan via Email