Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Bisnis Thrift Shop yang Menguntungkan dan Selalu Awet

Bisnis thrift shop thrift store yang untung dan awet dijual

Gaes, sahabat perempuan berbagi..

Kali ini saya mau membahas tentang hal yang lagi trending di sosmed twitter minggu ini nih..topik di twiter kan macam-macam2 ya, mulai dari ocehan politik lah, ocehan kami ambyar, ocehan para selebtwit, sampai ke ocehan para penjual online. 

Nah, kebetulan ocehan para penjual online ini yang menarik buat saya kulik. Baru-baru ini sesembak penjual online di marketplace habis posting tentang pencapaiannya, yaitu penghasilannya yang mencapai puluhan juta perbulan. Wow banget ini untuk ukuran penjual tunggal. Selidik demi selidik ia memiliki bisnis Thrift shop. Bisnis Thrift shop? apaan tuh?

Thrift dalam kamus bahasa inggris adalah penghematan. Sedangkan menurut Urban Dictionary, thrift adalah toko barang bekas, yang memberi makna toko jenis barang yang dijual sangat murah. Dilansir dari situs jurnal.id Thrift shop adalah toko penghematan. Yaitu toko yang menjual barang-barang bekas yang masih layak pakai dan layak dijual dengan harga yang miring. Barang bekas layak pakai tersebut di antaranya adalah pakaian, tas, topi,  sepatu jam tangan, buku, perkakas, dan lainnya. 

Thrift shop di Indonesia mulai menunjukkan geliatnya di tahun 2013. Thrift shop merupakan hal yang kekinian pada saat ini, di mana para anak muda sudah mulai menunjukkan kegemarannya dalan mix 'n match fashion favorit mereka. Karena kegemarannya itu mereka pun secara spontan membeli barang dengan alasan suka-suka, sehingga salah satu solusinya untuk tetap memiliki koleksi yang mereka inginkan adalah dengan membelinya di toko second hand. 

Tapi jangan salah lho walaupun barang second hand, tapi kualitasnya pun terjamin karena merupakan barang reject dari merek-merek impor dan branded. Sebut saja seperti UNIQLO, GAP, Zara, bahkan Adidas dan merek lainnya yang tak kalah ngetop menjadi incaran para pecinta barang bekas dalam thrifting produk yang mereka suka. Tertarik untuk bisnis Thrift shop? caranya terbilang cukup mudah lho, keunggulannya juga banyak. Apa sajakah itu?

Keunggulan Bisnis Thrift Shop

Modal Kecil

Bisnis thrift shop bisa dimulai dengan modal minim bahkan nol modal. Kenapa bisa begitu? karena barang yang bisa kita jual bisa dari milik kita sendiri. Atau hunting barang bekas yang dijual di pasar, kemudian dijual kembali. Misalnya kita mau jual pakaian yang istilahnya preloved selain milik sendiri, kita bisa mencari bahannya di toko khusus pakaian second. Kalau di Jakarta ada nih Pasar Senen dan Pasar Baru yang menjual pakaian second. Dari tahun 1990-an sudah berjualan dengan harga yang miring. Pakaian second ada yang dijual perkarungnya atau perpaket dengan harga yang cukup murah untuk dijual kembali.

Banyak Peminat

Bisnis Thrift shop tidak bakalan sepi peminat, karena bisnis ini sudah ada dari dulu. Anak muda menjadi sasaran peminatnya karena mereka sangat suka berganti penampilan. Mereka suka fashion yang berbeda setiap harinya, juga membeli produk fashion dengan bujet yang minimalis. 

Teringat waktu saya kuliah dulu, seorang teman ada yang suka hunting atau istilahnya thrifting pakaian di pasar cibadak atau Cibadak Mall (cimol) Bandung, dengan harga Rp 10.000 saja dia sudah dapat 1 stel pakaian yang kece banget buat kuliah, seperti berburu harta karun katanya. Kalau sekarang sih pasar Lilin Astana anyar dan pasar Cimol Gedebage yang menjadi surganya thrifting baju second branded impor di Bandung.

Keunggulan bisnis thrift shop banyak peminatnya
Kebiasaan baru - thrifting pakaian second


Lebih Mudah dijual

Harga yang dipatok termasuk harga hemat, yang pastinya disukai anak muda yang belum memiliki penghasilan, seperti anak sekolah dan mahasiswa. Biasanya 1 stel pakaian atau sepatu dihargai Rp 25.000 sampai Rp 100.000 tergantung dengan kualitas barang yang ditawarkan. Harga ini merupakan harga yang hemat buat pembeli yang ingin terus tampil fashionable. Range pembeli yang rata-rata anak muda memudahkan barang lebih mudah dijual dan selalu sold out.

Turut Menyukseskan Sustainable Fashion

Dengan berbisnis di barang second hand, berarti kita turut mensukseskan gerakan sustainable fashion yang gencar sekarang ini. Sustainable fashion adalah suatu pemahaman yang mempertimbangkan pengaruh terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi pada keseluruhan daur ulang pada produk fashion. Selama ini yang kita ketahui tekstil adalah limbah terbesar kedua yang merusak ekosistem. Melalui thrift shop ini kita telah melakukan reuse pada barang bekas dan memperpanjang masa pakai untuk dapat digunakan kembali.

3 Bisnis Thrift Shop yang Paling Diminati

1. Pakaian 

Bisnis pakaian masih menjadi dominasi dalam berbagai lini bisnis fashion. Pakaian sehari-hari, pakaian kerja, pakaian buat ngemall, pakaian pesta, dan lain-lain. Pakaian bisa berupa atasan, dress wanita, rok, blazer, tunik, celana panjang dan lain-lain. 

Pakaian dengan brand ternama akan lebih tinggi nilainya meskipun pakaian tersebut merupakan barang second. Tips agar pakaian mudah dilirik pilih jenis pakaian yang akan kamu jual, misalnya memiliki jenis yang sama seperti spesialis pakaian monokrom, atau spesialis pakaian blazers, atau spesialis sweater, spesialis vintage, dan lainnya. 

Rekomendasi online thrift shop ini antara lain @99stuff.co, @tjap90an, @teegarish, dan lain-lain.

Ada baiknya sebelum pakaian berpindah ke tangan konsumen semua pakaian dicuci dahulu dengan softener agar tetap lembut, kualitas kain tetap awet dan bersih dari kuman dan pakaian dikemas dengan rapi.  Dengan melakukan ini kamu telah memberikan servis yang bagus terhadap pembeli.

2. Tas

Tas identik dengan tentengan wanita. Tas second dengan brand ternama atau impor tapi dengan kualitas yang masih baik akan dinilai dengan harga tinggi dan digemari. Akan tetapi bisnis tas ini harus dengan kehati-hatian, jangan sampai barang dinilai dengan agak lumayan tapi ternyata kualitasnya zonk. 

Menjual tas branded kondisi preloved memang gampang-gampang susah, kamu harus meneliti secara detil akan kondisi barang yang akan dipilih sebelum jatuh ke tangan pembeli. Belum banyak sih online shop yang terjun di bidang ini, tapi kalau offlinenya sih banyak. Salah satunya adalah @tjapuan yang menjual tas second branded.

3. Sepatu

Sepatu bekas pun ada juga peminatnya, tapi bukan sembarang sepatu lho. Kalau mau jual sembarang sepatu dengan harga murah di pasar biasa juga bisa kali. Tapi sepatu yang dimaksud ini adalah sepatu limited edition yang serinya tidak dijual lagi, apalagi kalau sepatu tersebut merupakan barang branded bahkan impor. Harga sepatu akan akan dinilai tinggi jika masih ada kelengkapannya seperti kotak dan kuliatas yang masih terjaga. Salah satu online shopnya adalah @footurama.

Gaes, gimana sudah mantap mau memulai bisnis thrift shop ini? Dengan modal yang murah, pintar saat mix 'n match produk dan rajin foto produk seperti yang dilakukan oleh sesembak penjual online shop di twitter tersebut bukan gak mungkin kamu juga bakal sukses seperti dia lho. Yuk bisa yuk dicoba dulu ya :)

Sumber :

Freepik.com

Jurnal.id

13 komentar untuk "3 Bisnis Thrift Shop yang Menguntungkan dan Selalu Awet"

  1. Saya paling suka beli tas kalau trhrifting ini mbak, karena barangnya masih bagus-bagus bener.. apalagi sekarang ya,barang-barang thrifting itu dijual dengan baik di instagram jadi ga perlu capek dan panas-panasan milih barang di pasar..

    cuma ya itu, harga ketika udah masuk instagram jadi gedek T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya itulah bedanya mas andie thrifting atau hunting sendiri produk yang kita mau sama beli di sosmed :)

      Hapus
  2. Aiih saya setuju, Mbak .... pakaian, sepatu, dan tas memang walaupun bekas asal masih bagus pasti ada saja yang masih mau beli ya.

    BalasHapus
  3. Ide bagus juga ya, kalau punya barang bekas daripada dikasih orang pd hal orang itu belum tentu butuh, baiknya dijual pada yg membutuhkan. Pernah sih bbrp kali beli barang bekas yg di Senen itu zaman duit masih cekak hehehe. Nice artikel 👍👍

    BalasHapus
  4. Teman-teman daya sangat suka berburu seperti ini. Di Jember ada sebuah tempat yang di kenal dengan Jatian, Rambipuji. Barang-barang reject dari import dulu sangat diminati dan diserbu anak muda. Tempatnya juga biasa karena hanya di pinggir jalan. Di daerah pohon-pohon jati.

    BalasHapus
  5. Jauh sebelum pandemi, di pasar Senen banyak banget baju bekas masih bagus. Cuma ya itu, kudu dicuci lagi berkali-kali untuk memastikan higienis.

    Sekarang makin dimudahkan sebenarnya dengan adanya IG dan internet. Tinggal klak klik atau tap tap aja ya, Mbak. Di masa pandemi malah bisa jadi peluang bisnis. Keren nih.👍👍👍

    Sayangnya belum banyak orang yang menjual kembali pakaiannya yang sudah bosan dipakai. Lebih sering dibuang begitu saja. 😶

    BalasHapus
  6. Memang, tiga benda itu nggak pernah ada matinya. Apalagi yang namanya pakaian. Maklum kaum hawa kalau mau pergi terus buka lemari selalu bilang "nggak ada baju 🤭"

    BalasHapus
  7. benar juga ya...ternyata sekelas UNIQLO, GAP, Zara, bahkan Adidas ini tetep diburu second handnya alias prelovednya ya mba iid...tapi kalau aku sih seringnya malah ke konternya langsung kalau uniqlo di area casablanca kalau di jakarta...dulu sering ngetem di sana walau akhirnya cuma liat liat doang soalnya mahal hihi...mungkin kalau dulu aku tahu di thriftkan begini akan cari disini aja yang lebih murceu...tapi kalau modelannya pakaian sebelum dipakai karena sifatnya second maka sesampainya rumah harus dicuci dulu kali ya...

    BalasHapus
  8. dulu cukup sering aku pergi ke tempat bazaar baju second, kalau di kotaku dinamakan "babebo"
    biasanya aku sering beli jaket tebel gitu mbak, kalau pinter milihnya malah dapet yang bagus bagus kualitasnya dan harganya emang murahh bener

    BalasHapus
  9. Barang second memang ada peminatnya mbak, saya salah satunya.

    Biasanya saya suka pakaian second tapi yang masih bagus, kalo beli baru kan 250k, sedangkan kalo second cukup 25k. Lumayan menghemat duit.😁

    BalasHapus
  10. Wah, kalau bisa bisnis dengan cara mengatur penghematan tentu sesuatu yang positif banget ya mbak, patut diterapkan dalam jenis usaha apapun ini mah.

    BalasHapus
  11. Pernah sekali beli sepatu converse second hand, dapat harga miring dan barangnya masih bagus banget. Klo buat baju dan tas belum pernah nyoba karena emang belum ketemu sama yang klik. hihihi...

    BalasHapus
  12. wah bnr bgt, skrg mlh lagi heboh2nya nih yg namanya jualan online, terutama barang fashion.. saya jg sebenarnya pengen menggeluti bisnis ini, tp entah knp, msh bingung utk memulai...

    BalasHapus

Berlangganan via Email