Daftar Isi
Halo sahabat,
Tentunya ada perbedaan pengalaman ya kalau kita tinggal di desa dan di kota. Kalau yang biasa tinggal di kota pastinya tidak biasa ya kalau mencoba tinggal di desa. Begitu juga yang dengan yang tinggal di desa, mungkin tak terbiasa dengan kebisingan hidup di kota, tapi pengen tinggal di kota sebentar saja buat liburan.
Saya sih kalau dikasih pilihan maunya hidup slow living di desa tapi memiliki fasilitas lengkap..maunya sih hehe..Karena hidup di kota itu asli! capek banget buat saya yang ingin hidup tenang dan jauh dari hiruk pikuk kota.
Kalau sahabat maunya tinggal di mana nih kalau dikasih pilihan, mau tinggal di desa atau kota? Kalau milih tinggal di desa tapi dengan fasilitas yang minim, apa masih tetap mau gak?
Ini dia yang dirasakan oleh 4 orang anak kota Seoul. Ke-4 orang tersebut adalah Lee Je-hoon, Lee Dong-hwi, Cha Eun-woo dan Kwak Dong-yeon. Keseharian mereka terbiasa dengan kesibukan syuting dan mengecek jadwal rutinitas dengan gadget smartphone yang gak pernah lepas selama 24 jam. Lalu mereka dihadapkan dengan pilihan untuk tinggal di desa, yang mereka pikir tak jauh kondisinya dengan desa di negara mereka.
Review Rented in Finland : Tantangan Tinggal di Hutan Pinus

Gak tanggung-tanggung, desa yang akan mereka tempati itu berada di negara Eropa yang sangat jauh dari negara Korea Selatan. Sebuah desa di daerah terpencil dari negara Finlandia, yang menurut survei adalah negara paling bahagia di dunia ini lebih dekat dengan samudra Arktik di Kutub Utara. Perjalanan jauh 4 anak kota yaitu dari kota Seoul menuju Finlandia lalu pesawat transit menuju kota sepi Rovaniemi dan bertaut di daerah Lapland.
Finlandia memang sebuah negara yang luas, akan tetapi perbandingan luas kota dengan desa yang ada di sana adalah 1:2. Itu berarti masih banyak desa yang asri yang belum banyak tersentuh dengan hawa kota. Begitu juga dengan luas hutannya di sekeliling kota dan desa di Finlandia. Banyaknya danau yang terlihat di sisi kanan dan kiri jalan menambah indahnya negara Finlandia.
Perjalanan mereka tak sampai di situ, masih puluhan kilo yang harus dilalui agar sampai ke tempat tuan tanah pemilik rumah sewa pertama di daerah Kuusamo, yang akan mereka tempati selama beberapa hari.
Perasaan gak enak memenuhi pikiran mereka, mungkinkah mereka akan tinggal di hutan? Karena pemilik rumah sewa bilang akan bertemu rusa kutub, serigala sampai beruang jika beruntung (ha?)
Sesampainya di daerah Sarkelantie, Kuusamo, tuan rumah sewa Mr. Alexis menyambut kedatangan 4 cowok kota ini dengan rumah sewa yang sangat sederhana. Hal pertama yang bikin takjub adalah kolam renangnya yang begitu luas, yak..maksudnya adalah sebuah danau yang bisa dijadikan tempat mandi sekaligus kolam renang buat mereka.
Bertemu dengan Toilet yang tak biasa
Selain itu juga ada toilet yang tak biasa. Mana jarak tempatnya kira-kira 3-4 meter dari di luar rumah. Yang bikin kaget buat siram “pup”nya gak pakai air gaes, tapi pakai serbuk kayu yang sudah disiapkan seember penuh. Jadi kalau selesai “hajatnya” tinggal siram aja deh pake “itu” dan dilap pake tisu ramah lingkungan.

Gambaran toilet kompos di Finlandia
Ternyata di Finlandia sudah awam gaes toilet dengan sistem kompos atau green toilet kayak gini. Tujuannya adalah agar dapat mendaur ulang kotoran manusia menjadi pupuk organik. Buat orang Asia seperti kita memang hal ini baru ya, apalagi buat mereka berempat yang lebih terbiasa memakai air buat hal seperti itu. Kalau buat saya, i gave up deh, gak mau banget huhu..
Hidup tanpa Listrik ? Bagaimana Bisa ?
Buat mereka untuk sementara iya-in aja deh, entah bisa keluar ntah nggak mikirnya ya. Gongnya ya terakhir pas room tour di dalam rumah. Tambah lagi hal yang bikin takjub, gaes. Yes, rumahnya gak pake aliran listrik sama sekali, alias cuman lampu petromax aja.
Bagaimana mungkin hidup tanpa listrik, gimana mau cek hp kalau kayak gini, seketika aja raut wajah 4 cowok kota jadi pias, gak nyangka akan tinggal di rumah ini. Mana kalau mau masak juga harus pake kayu lagi, bener2 kayak anak Pramuka deh. Untungnya ada Lee Dong-hwi yang skill potong kayunya Daebak!
Meski begitu, patut disyukuri kalau mereka sudah disediakan 4 tempat tidur yang empuk buat istirahat. Selain terdapat kekurangan sana-sini, ada kelebihan yang tidak disadari yaitu, dapat terbebas dari gadget toxic selama beberapa hari.

Mendayung perahu di danau Lapland
Manfaatnya mereka dapat bercengkrama dengan alam dan bermain di luar sepuasnya. Seperti menikmati mendayung perahu bersama dan memancing ikan di sekitar danau. Juga aktivitas memetik buah berry liar, seperti bluberi, lingon beri dan black currant.
Di rumah sewa yang kedua di daerah Posio dengan pemilik rumah sewa, Mr. Oiva. Kondisinya pun hampir sama seperti rumah sebelumnya. Bahkan hanya memiliki 2 tempat tidur dan 2 tenda di luar plus dapur alam. Juga tentu saja toilet kompos di luar rumah yang jaraknya 5 meter, sempurna!

Spa dengan tuan rumah
Hal baiknya, tentu saja para pemilik rumah sewa memiliki fasilitas yang istimewa yaitu sebuah kamar spa. Memiliki kamar spa merupakan hal yang mewah di Finlandia, karena tidak semua orang bisa memilikinya, apalagi buat tinggal di kota.
Hidup Jauh dari Internet, Apa bisa?
Ternyata hidup di Desa tidak membuat keempat anak kota lupa akan gadgetnya, malahan mereka selalu cek ada sinyal apa gak pas masuk rumah sewa yang ditempati. Pas beneran gak ada pias deh semuanya wkwk.. mungkin ini yang namanya terisolasi dari dunia, Gak tau apa2 perkembangan dunia barang sehari tu rasanya gimana gitu, seperti yang dikhawatirin Abang Lee Je-hoon saat gak bisa cek hp sama sekali, doi gak bisa berkata apa2 lagi -_-”

Masak dan menyesap kopi di Lapland
Makanya pas ada kesempatan saat mereka harus berbelanja ke kota kecil, dengan gercepnya sebagai ketua Lee Je-hoon mengajukan diri untuk belanja dan Eun-woo pun sigap membantu (mungkin doi juga punya motif kabur buat sementara ya wkwk). Sesampainya di kota langsung sumringah deh, seperti anak kampung yang baru menemukan sinyal internet, girang abis. Jadi puas-puasin deh berselancarnya, ini sih belanja cuman modus aja deh ya.
Selain belanja mereka juga diam-diam makan cemilan khas Finlandia. Emang ya sama banget kelakuan kalau udah pada kabur tuh, 11-12 kayak kita, jjs ke tempat belanja sampai gak ingat orang rumah, wkwk. Yang kasihannya saat duo Je-hoon dan Eun-woo belanja, yang duo Dong, yakni Dong-yeon dan Dong-hwi malah kerja memetik berry, memancing dan ambil stok air buat minum..ckck..nakal banget yah si ketua 😀
Aktivitas di Desa yang Cukup Menyenangkan, Apa Saja Itu??
Walau hampir semua fasilitas di desa Finlandia gak sesuai dengan harapan keempat anak kota Seoul ini, ada juga aktivitas di Desa yang mereka sukai. Seperti melakukan spa dengan pemilik rumah, mendayung perahu, yoga bersama dengan rusa kutub, bertemu dengan pemilik anjing kutub, memanen tanaman Gandum, makan makanan mewah di tengah pulau, hingga berendam dengan kuda di tepi danau.

Aksi Cha Eun-woo berendam dengan kuda
Aktivitas menyenangkan lainnya adalah tentu saja mereka masak makanan sendiri untuk mengisi perut. Memasak dengan dikepalai dek Dong-yeon, dengan wakil masak Eun-woo karena memang dua orang ini yang jago masak. Terus dua asistennya yang baru belajar masak Je-hoon dan Dong-hwi.
Di tempat pertama dan kedua mereka ditantang untuk memasak dengan kayu di luar rumah yang tentunya penuh dengan drama. Sedang di tempat masak selanjutnya di daerah Rovaniemi, pengalaman mereka jadi terasa mudah karena sudah tersedia gas dan kompor yang layak buat masak.

Makan malam bersama warga
Jenis masakan yang dimasak memang gak jauh dari masakan Korea, salut juga udah jauh2 datang ke Finlandia, tapi tetap aja makanan Korea di hati mereka. Bahkan juga memperkenalkan masakan asli Korea saat acara makan malam bersama dengan para warga tetangga. Seperti masakan Bulgogi, Jeon Zukini dan Japchae daging cabai. Ternyata rasanya cukup disukai oleh warga. Senangnya..gak sia-sia dek Dong-yeon bawa bumbu khas Korea ke Finlandia ya..
Penutup
Tentunya pengalaman hidup slow living yang sangat berkesan bagi 4 cowok kota ini saat tinggal di sana selama lebih dari seminggu. Walaupun ada hal yang gak sesuai ekspektasi, tapi pengalaman yang bikin menyenangkan ternyata lebih banyak dan layak untuk dikenang.
Tentu saja inilah yang mereka simpulkan bahwa Finlandia merupakan negara yang paling bahagia. Ini bisa dilihat dari bagaimana hubungan warga dengan alamnya. Kemudian, prinsip hidup sederhana yang mereka miliki yang tidak membandingkan diri dengan orang lain, juga tingkat kesejahteraan sosial yang baik untuk setiap warganya.
Mungkin ini hanya sebagian kecil yang tampak di mata mereka, tapi dengan kebahagiaan warga yang demikian membuat 4 cowok kota ini salut, bahkan Dong-yeon berencana untuk tinggal di Finladia suatu saat nanti, hehe semoga terwujud ya 🙂




7 Comments. Leave new
Finlandia itu salah satu negara dengan tingkat korupsi sangat rendah. Pantas saja rakyatnya lebih sejahtera daripada di konoha
ini kayak aku pas mudik ke dusun, adanya jamban. bener-bener 3 hari ga bisa BAB karena ga biasa XD sekarang karna serba teknologi kita kadang lupa untuk beraktivitas di alam ya, apalagi anak-anak
Sama sih mbak, saya juga pengennya tinggal di desa tapi fasilitasnya memudahkan macam di kota, hehe. Suka lelah dengan aktivitas kota yang serba waswus, belum lagi macet dan polusi. Menyimak aktivitas di sebuah desa di Finlandia itu, bikin pengen deh.
Waaahh, lucu banget. Ini reality show baru ya dari TVN mbak? Aku belum pernah nonton reality show ini, karena di rumah itu pada suka nonton Running man. Meski aku jarang nonton sejak Lee Kwang Soo ndak di team itu. 🙁
Aku nggak bayangin itu cha eun woo gimana lah ya. Doi tuh kan kece banget dan bikin meleleh penonton, nah di situasi gitu gimana lah ya… Wkwkkwk.. 😀
Cha Eun woo lumayan lah bisa menyesuaikan diri. Tapi emang doi suka curhat dia butuh kamar mandi buat mandi, bukan mandi di danau 🤣
Wih seru banget ceritanya! 😆
Baca ini jadi kebayang gimana rasanya hidup jauh dari listrik, internet, dan toilet modern… apalagi buat anak kota yang biasanya serba instan. Salut deh mereka bisa bertahan dan malah nemuin hal-hal seru kayak mendayung perahu, spa bareng, sampai masak di alam terbuka.
Aku pribadi sih pengen coba slow living kayak gini, tapi mungkin maksimal 3 hari aja ya… soalnya kalo gak ada Wi-Fi kelamaan, bisa-bisa aku juga jadi “kabur” ke kota kayak Lee Je-hoon sama Eun-woo 🤭.
Btw, Finlandia emang keliatan damai banget dari ceritanya. Jadi makin masuk wishlist tempat yang pengen aku kunjungin nih!
Pas lihat judulnya, aku sama sekali tidak menyangka ini adalah tentang reality show yang dibintangi Cha Eun Woo. Ternyata di Finlandia yang terletak di Eropa juga masih banyak desanya, ya. Namun, kalau kuperhatikan sedesa-desanya juga, kok, tetap ada kesan modernnya.