Daftar Isi
Dimsum saat ini sudah menjadi makanan favorit buat banyak orang karena harganya yang terjangkau, mudah didapat dan bersertifikat halal. Teringat waktu kecil dulu, saya sering menonton film action dari Tiongkok, sang aktor makan dimsum dengan nikmatnya, sampai saya menelan ludah saking kebayang nikmatnya. Ternyata ketika tau dimsum tersebut tidak halal, saya harus mengubur dalam-dalam rasa ingin menyicip dimsum itu :’(
Ketika sudah tinggal di kota ini, akhirnya coba juga makan dimsum yang kata orang enak banget apalagi saosnya. Namun saat tau ternyata dimsum yang dijual itu diragukan kehalalannya, so pasti kecewa dong, apalagi sudah 2 kali mencobanya. Oke deh move on, saatnya mencari tempat yang lebih baik dan gak perlu diragukan lagi.
Ternyata gak perlu pake lama dong, tau resto dimsum halal ini dari food blogger di IGnya. Sertifikat halal itu yang pertama kali saya lihat. Kenapa hal ini penting, karena memang standar makanan yang baik buat muslim adalah kehalalannya. kalau memang halal tentu tidak perlu ada yang ditutup-tutupi, betul?
First Impression of Haikou Dimsum Ringroad : Estetik dan Menarik

Gmaps
Ternyata Haikou Dimsum itu gak cuman satu tempat aja, tapi 3 tempat di kota Medan. Yaitu di Jl. Rotan Petisah, Jl. Ringroad dan di Komp. Citraland Gama City. Karena tempat tinggal saya dekat dengan Ringroad, jadilah saya dan keluarga pilih tempat ini untuk makan siang.
Sebelum datang ke tempatnya, saya sudah cek ricek dulu di Gmapsnya. Rata-rata memang bintang 5, karena rasa yang enak dan layanan yang mantap. Tapi ada juga sih yang bintang 3 juga di bawahnya, karena alasan utama pelayanannya yang lambat. Bisa dimaklumi sih, kalau orang Medan tuh termasuk FOMO soal yang baru-baru, tak terkecuali restoran. Ini akan kita bahas dalam cerita tersendiri tentang FOMO-nya orang Medan 🙂

Dokpri
Setelah yakin akan review yang bagus, akhirnya saya pun mencobanya di Haikou Dimsum Ringroad, karena tempatnya memang se-estetik itu, banyak spot foto yang bisa dieksplor dan ada spot yang mirip dengan bangunan di Santorini, cakep!
Ada juga bagian dalam ruangannya juga gak kalah bagus, pengunjung bisa menikmati lanskap outdoor dari dalam, Tapi gak hanya penampilan resto nya aja lah, kalau rasa makanannya amburadul pasti saya gak mau lagi datang ke sana 🙂
The Food : Chinese Food Halal tentu saja!
Setelah melihat bagian dalam ruangan resto yang estetik itu, saya dipersilahkan untuk memilih ruangan mana untuk kami duduk dan makan. Saya memilih ruangan kaca yang agak mungil, mungkin hanya berisi 5 meja saja, tapi meski begitu ruangan ini cukup nyaman walau seluruh meja telah perisi penuh.
Saat menunggu hidangan makanan datang saya dan keluarga diberi welcome Snack untuk mengganjal rasa lapar, kemudian kami baru disuguhkan beberapa menu terpilih. Menu yang saya pilih pertama pastinya dimsum.

Dokpri : (atas kiri : welcome Snack) (atas kanan : Pao pasir emas, Long Heng Kien dan shumai ayam
Ada 3 jenis dimsum yang saya pilih, 2 diantara karena memang penasaran sama rasanya, yaitu Dimsum Leng Hong Kien dan Pao Pasir Emas. Sedang 1 lagi adalah dimsum Shumai ayam, kesukaan si jagoan.
Buat yang belum tau, Leng Hong Kien adalah bakso goreng gurih yang dibentuk panjang pipih kemudian di atasnya diberi siraman mayones yang rasanya manis gurih. Kalau Pao Pasir Emas itu adalah Pao kukus yang isinya berupa telur asin gurih dan manis. Kalau menurut saya sih rasa Pao ini jatuhnya seperti kue ya. Bisa dinikmati dingin juga loh.
The Food : Autentik & Tak Terlupakan!

Dokpri
Jenis Chinese food lainnya adalah lobak goreng Xo telur dan Ci Cong Fan Ayam Chasio. Lobak goreng Xo telur ini berupa lobak goreng yang ditumis dengan sambal dan telur orak arik, kemudian diberi topping abon ayam. Sedangkan Ci Cong Fan Ayam Chasio berupa gulungan kulit seperti lumpia yang diisi ayam chasio kemudian disiram kuah kecap asin manis.
Sedang untuk makanan beratnya saya memilih soup jagung kepiting, nasi ayam mentega dan nasi sapi lada hitam. Awalnya saya mengira soup jagungnya ada asparagus-nya, tapi it’s okelah, sesuai ekspektasi juga. Semua rasa makanan baik, makanan pembuka dan makanan berat rasanya pas dengan selera.
Masakan yang cita rasanya mendekati masakan oriental meninggalkan kesan di ingatan saya, khususnya soup jagung kepiting dan nasi ayam mentega yang menurut saya kaya rasa. Makanan ini juga mengingatkan saya akan makanan favorit di sebuah kafe yang sering saya kunjungi bersama orang tua saat kecil dulu.
Sayangnya saya tidak sempat menyicip minuman pilihan dari Haikou Dimsum karena terlalu fokus sama makanannya, tapi menurut saya sih untuk jenis minumannya tidak banyak dibanding makanan dan saya pikir akan mencobanya lagi di lain waktu.
Kesimpulan
Sebenarnya masih banyak lagi Asian food atau Chinese food halal yang tersedia dan tampilannya menggugah selera. Tapi kan gak mungkin saya mencoba semuanya sekaligus hehe. Layanan dari mbak dan mas waiter juga oke banget, mereka dengan sigap melayani pengunjung, mulai dari awal sampai pengunjung akan pulang.
Terus kalau ditanya apakah menu makanan di Haikou Dimsum ini layak dicoba. Jawaban saya sih Yes! Kalau ada rezeki lagi saya dan keluarga pasti akan mengunjungi tempat ini kembali 🙂



