Daftar Isi
Makanan junk food memang sering menjadi pilihan ketika ingin makan praktis tanpa perlu repot memasak. Burger, ayam goreng, kentang goreng, pizza, mi instan, makanan cepat saji hingga minuman bersoda mudah ditemukan dan memiliki rasa yang menggugah selera.
Namun, terlalu sering mengonsumsi makanan tersebut sambil menjalani gaya hidup yang kurang sehat dapat menjadi kebiasaan yang perlu diwaspadai, termasuk bagi orang yang memiliki masalah asam urat.

Pic : Pexels
Asam urat sebenarnya merupakan zat sisa yang terbentuk ketika tubuh memecah purin. Dalam kondisi normal, asam urat akan dikeluarkan melalui urine. Namun, ketika kadarnya terlalu tinggi, kristal asam urat dapat terbentuk di sekitar persendian dan menyebabkan serangan gout berupa nyeri, bengkak, kemerahan, serta rasa panas pada sendi.
Benarkah Junk Food Bisa Memicu Asam Urat?
Tidak semua junk food otomatis memiliki kandungan purin yang tinggi. Namun, pola makan yang didominasi makanan cepat saji dapat menjadi masalah karena biasanya berkaitan dengan konsumsi daging merah, makanan tinggi lemak, makanan olahan, porsi berlebihan, serta minuman manis.
Beberapa makanan dan minuman tertentu memang diketahui dapat meningkatkan risiko kadar asam urat tinggi. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat bahwa makanan dan minuman tinggi purin, termasuk daging merah, beberapa jenis seafood, alkohol, serta makanan dan minuman tinggi gula, dapat meningkatkan risiko gout.
Minuman manis juga perlu mendapatkan perhatian khusus. Soda, minuman kemasan, minuman energi, kopi dengan banyak gula, dan minuman manis lainnya dapat mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Konsumsi minuman berpemanis secara rutin dikaitkan dengan peningkatan risiko gout.
Karena itu, kebiasaan makan burger atau ayam goreng sesekali tentu berbeda dengan menjadikannya menu sehari-hari, apalagi jika selalu disertai kentang goreng dan minuman bersoda.
Gaya Hidup Tidak Sehat Bisa Memperburuk Kondisi
Masalah asam urat tidak hanya berkaitan dengan satu jenis makanan. Gaya hidup secara keseluruhan juga berpengaruh.
Kurang bergerak, berat badan berlebih, terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi kalori, minuman manis, serta konsumsi alkohol dapat menjadi kombinasi yang kurang baik bagi penderita gout. Kelebihan berat badan juga diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko gout.
Kebiasaan duduk terlalu lama dan jarang berolahraga juga membuat seseorang semakin sulit menjaga berat badan. Oleh sebab itu, menjaga pola hidup aktif merupakan salah satu bagian penting dalam membantu mengendalikan risiko serangan gout.
Solusi Mengatasi Asam Urat dengan Mengubah Gaya Hidup
Kabar baiknya, perubahan gaya hidup tidak harus dilakukan secara ekstrem. Mulailah dari kebiasaan kecil yang bisa dilakukan secara konsisten.
1. Kurangi Junk Food Secara Bertahap
Tidak perlu langsung menghilangkan semua makanan favorit. Batasi frekuensinya dan jangan menjadikan junk food sebagai menu harian.
Jika biasanya mengonsumsi makanan cepat saji beberapa kali dalam seminggu, cobalah menguranginya secara bertahap. Pilih makanan rumahan yang lebih mudah dikontrol bahan, jumlah minyak, garam, gula, dan porsinya.
2. Ganti Minuman Manis dengan Air Putih
Kebiasaan minum soda atau minuman manis sering kali tidak terasa karena dianggap hanya sebagai pelengkap makanan. Padahal, minuman berpemanis dapat memberikan asupan gula tambahan yang cukup tinggi.
Air putih merupakan pilihan yang lebih sederhana. Mengganti minuman manis dengan air putih juga membantu mengurangi asupan kalori dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.
3. Perhatikan Makanan Tinggi Purin
Bagi penderita gout, penting untuk memperhatikan makanan yang tinggi purin. Daging merah, jeroan, dan beberapa jenis seafood perlu dibatasi sesuai kondisi masing-masing.
Namun, bukan berarti penderita asam urat harus menghindari semua sumber protein. Pilihan makanan sebaiknya tetap beragam dan seimbang, dengan memperbanyak sayuran, buah utuh, biji-bijian, serta sumber protein yang lebih sehat.
4. Turunkan Berat Badan Jika Berlebihan
Jika memiliki berat badan berlebih, menurunkannya secara bertahap dapat menjadi bagian dari pengelolaan gout. Hindari diet ekstrem atau penurunan berat badan secara drastis.
Pola makan seimbang dengan pengaturan kalori dan aktivitas fisik yang rutin lebih baik untuk dilakukan dalam jangka panjang. Penurunan berat badan pada orang dengan kelebihan berat badan dapat membantu menurunkan kadar urat dan mengurangi serangan gout.
5. Mulai Rutin Bergerak
Tidak harus langsung melakukan olahraga berat. Jalan kaki, bersepeda santai, senam ringan, atau aktivitas fisik lainnya dapat menjadi pilihan.
CDC merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu untuk membantu pengelolaan kesehatan secara umum dan gout.
Jika sedang mengalami serangan gout dengan persendian yang sangat nyeri dan bengkak, jangan memaksakan olahraga berat. Berikan kesempatan bagi tubuh untuk pulih dan konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga medis.
6. Jangan Mengandalkan Diet Saja
Perubahan pola makan memang penting, tetapi diet bukan satu-satunya cara menangani gout. Pada sebagian orang, perubahan gaya hidup saja belum cukup untuk mengendalikan kadar asam urat.
Jika serangan gout terjadi berulang kali, nyeri semakin berat, atau kadar asam urat tetap tinggi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Obat penurun kadar asam urat mungkin diperlukan sesuai kondisi dan hasil pemeriksaan.
Penutup
Menjaga kadar asam urat bukan hanya dilakukan ketika sendi sudah terasa sakit. Kebiasaan makan yang lebih sehat, membatasi junk food dan minuman manis, menjaga berat badan, mencukupi kebutuhan cairan, serta rutin bergerak merupakan langkah yang dapat membantu menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Junk food boleh saja menjadi makanan sesekali, tetapi jangan sampai berubah menjadi kebiasaan setiap hari. Dengan melakukan perubahan kecil secara konsisten, kita dapat mulai meninggalkan gaya hidup yang kurang sehat dan memberikan tubuh kesempatan untuk bekerja dengan lebih baik.
Yang terpenting, jika sudah memiliki kadar asam urat tinggi atau sering mengalami nyeri dan bengkak pada persendian, jangan hanya mengandalkan perubahan makanan. Pemeriksaan dan penanganan medis tetap penting agar kondisi tidak berkembang menjadi gout kronis atau menimbulkan kerusakan sendi.

